Banjir Terjang Tiga Kecamatan Sungai Cibuaya Terus Meluap, Pemcam Bangun Dapur Umum

oleh -46 views
TERENDAM BANJIR: Aktivitas warga di tiga Kecamatan terganggu karena dampak banjir luapan Sungai Cibuaya, Selasa (5/1). FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Curah hujan yang masih tinggi di bagian hulu sungai, membuat Sungai Cibuaya terus meluap. Akibatnya, banjir kian meluas. Tidak hanya merendam desa di Kecamatan Bangodua, tetapi beberapa desa lainnya di Kecamatan Tukdana dan Kecamatan Widasari.

Muspika, pemerintah desa, serta BPBD Indramayu dan Tagana Indramayu terus melakukan pemantauan di lokasi.

Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, ratusan rumah di tiga kecamatan tersebut terendam banjir. Di Desa Lajer Kecamatan Tukdana ada 50 rumah warga yang terendam. Sedangkan di Kecamatan Bangodua Desa Malangsari 5 rumah, dan Desa Wanasari  28 rumah.

Kemudian,  di Kecamatan Widasari ada 411 rumah warga desa yang terdenam banjir, yakni Desa Bangkaloa Ilir  91 rumah, Desa Widasari yang terdampak paling parah ada 300 rumah, dan Desa Kongsijaya sebanyak 20 rumah. 

BACA JUGA:Ribuan Rumah Terendam Diterjang Banjir , Sejumlah Sungai Meluap

Kasi Trantibum Kecamatan Tukdana, Darto SIP menyebutkan, dampak luapan Sungai Cibuaya yang hingga memasuki permukiman rumah hanya terjadi di Desa Lajer, telah merendam 50 rumah warga yang tersebar di tiga blok yang dekat dengan Sungai Cibuaya.

“Air limpas kepemukiman warga terjadi Selasa petang, sekitar pukul 2 pagi terus mengalami kenaikan, sampai pagi air memasuki pemukiman warga,” terangnya.

Hingga saat ini, pihaknya terus melakukan pemantauan di lokasi, dan telah melaporkan dampak luapan Sungai Cibuaya ke BPBD Indramayu. “Kita berharap debit air cepat surut tidak terus naik,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Trantibum Kecamatan Widasari, Sarka SIP mengatakan, untuk dampak luapan Sungai Cibuaya pihak masih melakukan assesment berapa banyak rumah warga yang terkena luapan Sungai Cibuaya. “Data awal diketahui hanya di Desa Bangkaloa Ilir, Blok Kuburan sebanyak 91 rumah,” ungkapnya.

Untuk mengurangi risiko dampak banjir terhadap kesehatan warga, petugas medis gabungan dari Tagana, BPBD, Dinas Kesehatan serta Puskesmas Widasari, bersama anggota dari TNI, Polri, dan Sat Pol PP Kecamatan melakukan patroli menyisir permukiman untuk memastikan kondisi keselamatan warga terdampak banjir.

“Kita bersama berbagai pihak standby di posko darurat yang sudah dibangun di Blok Cibogor, Desa Kongsijaya. Genangan air sampai sekarang antara 30 -50 cm, sore ini akan bangun dapur umum untuk membantu warga yang terdampak luapan Sungai Cibuaya,” tandasnya. (oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.