Banjir Paling Parah, Pemdes Dorong Normalisasi Sungai Cibuaya

oleh -71 views
TERGENANG: Warga menerobos genangan air yang membanjiri rumah dan jalanan desa. Pemerintah desa mendorong normalisasi Sungai Cibuaya di Kecamatan Widasari, terutama di titik rawan banjir. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Meluapnya Sungai Cibuaya yang mengakibatkan terjadinya banjir sepanjang aliran sungai, mengakibatkan ratusan rumah warga di Kecamatan Widasari tergenang. Puluhan rumah di Kecamamatan Tukdana dan Bangodua, ikut banjir. Pemerintah Desa Widasari dan Kongsijaya mendorong normalisasi Sungai Cibuaya yang melintasi wilayah desanya. Apalagi, Desa Widasari dan Kongsijaya terkena dampak paling parah dari luapan sungai tersebut.

Kuwu Widasari, H Saepudin mengatakan, pihaknya mendorong instansi terkait untuk melakukan normalisasi Sungai Cibuaya yang melintasi pemukiman warga di dua desa. Yaitu Desa Widasari dan Desa Kongsijaya, yang tidak pernah dilakukan normalisasi, padahal kondisinya sangat kritis, tidak ada batas tanah tanggul tinggi untuk menahan air luapan sungai.

“Kemarin kita sudah berkoordinasi dengan PUPR perihal normalisasi sungai. Katanya, dalam waktu dekat akan dinormalisasi untuk penanganan sementara, setelah sungai normal kembali,” katanya pada Radar Indramayu, Jumat (8/1).

Menurutnya, musibah banjir yang menerjang pemukiman warga di awal tahun 2021, tidak disangka. Luapan Sungai Cibuaya akan berdampak parah bagi pemukiman warga di Blok Cibogor, Desa Widasari, dan memutus aktivitas warga yang dihuni lebih dari 300 kepala keluarga (KK).

Senada dikatakan Kuwu Kongsijaya, H Sutarjo. Dia mengungkapkan, Blok Cibogor, atau Blok Karanganyar, menjadi titik rawan terjadinya banjir yang terdapat 17 rumah warga yang dekat dengan aliran sungai. Namun di tahun ini, dampaknya lebih parah,  di mana, warga yang di blok tersebut harus diungsikan sementara saat kebanjiran. Pemdes langsung menyiagakan warga dan para pamong untuk siaga di lokasi banjir.

“Kebetulan kita telah jadi kampung siaga bencana (KSB), karena wilayah Kongsijaya di lintasi dua sungai, Sungai Cipelang dan Sungai Cibuaya. Jadi kita harus selalu siap bila ada blok yang terkena bencana alam, meskipun kita tidak ingin ada bencana itu terjadi,” ujarnya.

Sebagai pemerintah desa, Sutarjo mengapresiasi para petugas dan relawan dari berbagai instasi yang ikut serta saling membantu memberikan pertolongan kepada warga yang terdampak banjir. “Kita sangat berharap normaslisasi disepanjang aliran sungai dilakukan,” tukasnya. (oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.