Balon Kuwu Diminta Jaga Kondusivitas

oleh -80 views
SOSIALISASI: Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim membuka sosialisasi seputar aturan seleksi akademik bagi 196 Balonwu se-Kabupaten Indramayu, Senin (12/4). FOTO; Utoyo Prie Achdi /Radar Indramayu

INDRAMAYU-Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim meminta para bakal calon kuwu (kepala desa) dapat menjaga kondusivitas desa masing-masing, mengingat kontestasi pemilihan kuwu (Pilwu) rentan dengan konflik antar keluarga yang  kadang berlarut-larut. 

Hal tersebut disampaikan Lucky Hakim ketika membuka sosialisasi seputar aturan seleksi akademik bagi 196 Balonwu se-Kabupaten Indramayu, Senin (12/4), di Aula Nyi Endang Dharma, Kampus Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu.

Ia berharap para balon kuwu yang lolos pada seleksi dan bertarung pada Pilwu serentak 2 Juni 2021 dapat membawa kedamaian. Setiap Balonwu siap mewujudkan pemimpin yang amanah dan diharapkan oleh masyarakat.

“Saya mendengar biaya Pilwu ini sangat besar, karena setiap hari yang namanya Curnis sudah berjalan, maka jangan diniati pengabdian nanti jika terpilih untuk balik modal. Tapi benar-benar pengabdian untuk masyarakat,” tuturnya di hadapkan ratusan Balonwu.

Lucky menginginkan seleksi akademik ini dilakukan bukan hanya bagi Balonwu yang lebih dari 5 orang. Tapi kedepan diharapkan bisa dilakukan oleh seluruh balon kuwu yang lolos dan ditetapkan sebagai calon kuwu guna melahirkan pemimpin desa yang berkualitas.

“Karena peminatnya begitu besar dan kita butuh sinergi pemimpin desa yang betul-betul bukan kaleng-kaleng, tapi secara akademik bisa terukur,” ujarnya.

Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) tingkat Kabupaten Indramayu, Ismanudin menyatakan, sosialisasi seleksi tambahan atau seleksi akademik ini diikuti bagi bakal calon kuwu yang terdapat lebih dari 5 orang di masing – masing desa.

Para peserta akan mengikuti seleksi tertulis pada tanggal 16 April 2021, tanggal 19 dan 20 April 2021 mengikuti seleksi wawancara.

“Persentase untuk pengalaman bekerja di lembaga pemerintahan dan usia sebesar 10 persen, tingkat pendidikan 20 persen. Seleksi tertulis dan wawancara sebesar 60 persen,” tuturnya.

Dikatakan Ismanudin, tim seleksi berjumlah 13 orang, terdiri dari unsur akademisi sebanyak 9 orang, unsur tokoh masyarakat 1 orang, unsur ahli perencanaan pembangunan 1 orang dan unsur keterwakilan perempuan 2 orang.  Selain melakukan sosialisasi, lanjut Ismanudin, tim ini bertugas melakukan seleksi akademik bagi balon kuwu yang terdapat lebih dari 5 calon, melaporkan hasil penyelenggaraan seleksi akademik balon kuwu kepada panitia pemilihan tingkat kabupaten dan memberikan saran serta pertimbangan kepada Panpilwu dalam hal terjadi sengketa hasil seleksi akdemik. (oet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *