Awas Macet! Tujuh Ruas Jalan Pantura Diperbaiki

oleh -173 views
RAWAN MACET: Perbaikan jalan di sejumlah titik ruas jalan raya pantura Kabupaten Indramayu masih berlangsung. Pengendara mengeluhkan karena rawan macet. FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Hampir sebulan terakhir, kemacetan lalu lintas sudah menjadi hal yang biasa dirasakan para pengguna jalan raya pantura Bumi Wiralodra. Khususnya, pada akhir pekan dan jam-jam sibuk, yakni pagi hari saat warga berangkat kerja, bubar anak sekolah dan dan sore hari ketika pulang kantor.

Pantauan Radar, Senin (25/10) terdapat 7 titik ruas jalan pantura yang rawan macet akibat perbaikan jalan yang dilakukan secara bertahap.

Yakni jalur sebelah selatan jalan raya pantura Desa Bugel, Kecamatan Patrol. Kemudian jalur sebelah utara dan selatan jalan raya Eretan Wetan, Parean Girang dan Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur.

Di wilayah Kecamatan Losarang, arus lalu lintas mulai tersendat ketika pengendara memasuki ruas jalan raya pantura Desa Puntang. Kemudian kemacetan akibat aktivitas perbaikan jalan juga terjadi di Desa Panyindangan-Bangkir, Kecamatan Sindang.

Perbaikan dilakukan saat jam sibuk kerja. Para pengguna jalan pun mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka harus berjibaku dengan kemacetan panjang.

“Jalan Panyindangan yang mau masuk Kota Indramayu setengah jam nyaris kejebak macet. Capek,” kata Dedi, salah seorang pengguna jalan dengan nada kesal.

Memilih jalur alternatif, menurutnya hanya akan menambah kekesalan. Sebab, jalan-jalan kabupaten atau desa yang menuju ke Kota Mangga kondisinya rusak parah.

Belum lagi hambatan lain seperti badan jalan digunakan warga menjemur gabah atau pesta hajatan.

Sementara Maryadi, pengguna jalan warga di Kecamatan Kandanghaur menuturkan, kemacetan lebih disebabkan adanya angkutan umum yang berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Sementara akses yang digunakan hanya satu lajur.

“Biasanya pas pagi dan bubaran anak sekolah macet-macet lah. Jalan satu jalur, banyak angkum yang setop ambil turun penumpang. Jadinya antri,” katanya.

Dengan sepeda motor kesayanganya, ia berusaha zigzag menerabas kemacetan. Tapi tetap saja, usahanya tidak banyak membuahkan hasil. “Terpaksa menerobos ke bahu jalan. Tapi masalahnya masih becek banyak genangan air,” ujarnya.

Maryadi tidak mempersoalkan dengan perbaikan jalan yang rusak. Tapi harusnya, perbaikan juga memperhatikan kebutuhan masyarakat yang menggunakan jalan. Misalnya perbaikan bisa dilakukan saat aktivitas masyarakat sepi atau saat malam hari.

Terpisah, Koordinator Pengawas Perbaikan Jalan Nasional (PJN) 1 wilayah kerja Pamanukan-Palimanan, Buyung mengatakan, untuk tahun ini perbaikan jalan dilakukan di beberapa titik lokasi dari Pamanukan hingga Palimanan. Untuk Indramayu, perbaikan dilakukan di ruas jalan Kandanghaur, Patrol, Sukra dan Losarang.

“Saat ini perbaikan dikerjakan di ruas jalan Desa Bugel hingga Patrol. Di Kandanghaur, yakni dari Desa Ilir. Perbaikan pada dua titik lokasi tersebut menggunakan rigid pavement,” ujarnya, kemarin

Sementara di titik lokasi lain perbaikan dengan pengaspalan atau hotmix. Di wilayah kerjanya, untuk tahun anggaran 2021 perbaikan jalan pantura dilakukan sepanjang 12,2 kilometer, mulai dari ruas Jalan Pusakanagara, Kabupaten Subang hingga Palimanan.

Buyung mengatakan, perbaikan jalan dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan dan mencegah terjadinya kecelakaan akibat jalan rusak. (kho/kom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.