Atasi Problem Petani dan Eksporter, Dosen UGJ Ciptakan Alat Petik Gedong Gincu Sistem Elektronik Tenaga Surya

oleh -265 views
INOVASI: Dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian UGJ, Dodi Budirokhman menciptakan inovasi baru alat petik gedong gincu sistem elektronik tenaga surya untuk menurunkan tingkat kerusakan mekanis yang terjadi pada saat proses pemetikan (panen).

INDRAMAYU – Dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian UGJ, Dodi Budirokhman menciptakan  inovasi baru alat petik gedong gincu sistem elektronik tenaga surya untuk menurunkan tingkat kerusakan mekanis yang terjadi pada saat proses pemetikan (panen).

Teknologi terapan yang diciptakan ini merupakan dukungan UGJ dalam memberikan solusi atas permasalahan para petani dan eksporter gedong gincu dalam meningkatkan kualitas gedong gincu. Sehingga daya saing dan volume ekspor gedong gincu semakin meningkat.

Menurut kandidat Doktor Teknik Industri Pertanian Unpad ini, teknologi tersebut sekaligus menjawab tantangan pada era  Revolusi Industri 4.0 dalam meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di tengah persaingan global.

Dodi membeberkan, hadirnya alat yang dinamakan UGJSmart Picker dilatarbelakangi  oleh tingginya tingkat kerusakan mekanis mangga gedong gincu pada saat proses pemetikan (panen). Akibat cara dan penggunaan alat pemetikan yang digunakan oleh petani tidak tepat. Di mana berdasarkan hasil penelitian sejak tahun 2016 kerusakan gedong gincu tersebut dapat mencapai 30% sampai dengan 40 %.

“Kerusakan mekanis gedong gincu pada saat proses pemanenan tersebut yaitu adanya luka pada gedong gincu, lecet, memar akibat benturan, pecah, tidak bertangkai dan bergetah. Hal inilah  yang sering  dikeluhkan oleh para ekporter, karena mangga gedong gincu yang dibeli dari petani tersebut banyak yang tidak sesuai dengan kriteria kualitas ekspor,” tandasnya

Selanjutkan menurut Dodi, buah mangga gedong gincu yang tidak bertangkai, luka mekanis, memar pada permukaan kulit  buah akibat gesekan, benturan dan tekanan akan meningkatkan lonjaknya respirasi. Dan, akan tampak sebagai bercak berwarna coklat kehitaman selama pematangan dan penyimpanannya. Serta luka-luka pada kulit buah tersebut akan menjadi pintu masuk bagi mikroba pembusuk dan berkembangnya jamur.

Lebih lanjut Dodi menjelaskan, bahwa getah yang menempel pada kulit gedong gincu dapat menyebabkan luka bakar (sap burn injury) dan menjadi media untuk pertumbuhan cendawan karena mengandung komponen karbohidrat. Sehingga dapat memperceat proses pembusukan.

Kulit buah yang terkena getah menunjukkan bahwa bekas getah membuat kulit buah kehilangan lapisan lilin (bedak), secara fisik menjadi kotor dan pada keadaan buah yang kelewat matang bekas getah pada kulit menyebabkan buah peka terhadap penyakit antraknos.

“Getah yang menempel pada permukaan kulit buah dan kerusakan mekanis tersebut dapat  menyebabkan kegagalan dalam proses pematangan yang ditandai dengan tidak munculnya aroma. Karena kegagalan pembentuknya senyawa-senyawa volatile,  kegagalan dalam pembentukan vitamin, dan glukosa,” paparnya.

Menurutnya, selama ini alat pemetikan yang banyak digunakan petani mangga dalam proses pemanenan yaitu menggunakan galah/gurung yang terbuat dari sebatang bambu yang pada ujungnya terdapat keranjang kecil sebagai penampung buah petikan.

Pemanenan dilakukan dengan cara menempatkan buah ke dalam keranjang dan meletakan bibir keranjang tepat pada tangkai buah yang akan dipanen. Kemudian menarik alat panen tersebut beberapa kali sampai tangkai buah terpotong dan buah jatuh ke dalam keranjang alat pemetik. Hal inlah yang menjadi penyebab utama manga gedong gincu banyak yang rusak.

Dodi menjelaskan, kelebihan UGJSmart Picker yaitu dalam satu unit alat pemetikan mempunyai tiga lubang atau keranjang penampungan buah hasil pemetikan yang dilengkapi dengan alat pemotong tangkai buah sistem elektronik. Yaitu, menggunakan pisau pemotong tangkai buah berbentuk piringan dari besi ukuran diameter 5 cm yang akan berputar untuk memotong tangkai buah yang digerakan oleh dinamo Elektromotor DC 12 V- kecepatan 30.000 RPM.

Sehingga pada saat pemetikan tangkai buah dapat terpotong dengan cepat dan mudah. Tanpa adanya gerakan penarikan alat pemetik atau goncangan. Sehingga tidak menimbulkan kerusakan pada gedong gincu seperti luka, lecet, memar akibat benturan, pecah, tidak bergetah serta akan menghasilkan manga gedong gincu yang bertangkai.

Sedangkan untuk menggerakkan dinamo elektromotor pada UGJSmart Picker ini,  menggunakan baterai Lithium Lion 12 V yang dapat dicas melalui  adaptor charger yang terhubung dengan panel solar cell tenaga surya sebagai sumber listrik. Sehingga tidak memerlukan listrik dari PLN.

Penggunaan panel solar cell tenaga surya sebagai sumber listrik untuk mengisi ulang Baterai Lithium Lion tersebut lebih efisien, karena lokasi kebunan mangga biasanya jauh dari permukiman penduduk atau jauh dari sumber listrik.

Untuk memudahkan dalam pengoperasiannya UGJSmart Picker sudah dilengkapi dengan Handle Assy T328, yang melekat pada stick untuk membantu pegangan, menahan stick alat petik dan mengarahkan pisau potong tangkai buah gedong gincu. Dan saklar on-off untuk mengidupkan dan mematikan dinamo elektromotor yang dipasang pada stick bagian bawah.

“Tak hanya itu alat yang diciptakan tersebut dapat memangkas biaya operasional karena bisa lebih cepat dalam proses pemetikan sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani,” imbuhnya.  

Ke depannya UGJSmart Picker akan terus bertransformasi secara intensif sesuai perkembangan teknologi selanjutnya. Yaitu melengkapi UGJSmart Picker dengan alat sensor detector kematangan gedong gincu yang disematkan pada ujung alat petik buah melalui teknologi Near Infra Red (NIR) Spectroscopy. Bekerja dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik untuk mendeteksi kandungan senyawa dalam gedong gincu secara akurat terkoneksi dengan dinamo elektromotor.

“Sehingga operator atau petani tidak perlu menekan tombol saklar on-off untuk menghidupkan dan mematikan dinamo elektromotor tersebut, karena secara otomatis akan menyala apabila buah  mangga sudah matang atau siap petik. Dinamo elektromotor akan mati atau tidak hidup ketika operator mengarahkan pisau pemotong tangkai buah pada buah gedong gincu yang masih dalam keadaan muda atau belum siap petik,”  beber Dodi. (rls/opl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.