Ansor Ajak Hindari Pernikahan Dini

oleh -36 views
SINERGI: Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Indramayu bekerjasama BKKBN meluncurkan PIK-Remaja untuk memberikan edukasi pencegahan pernikahan dini, kemarin

INDRAMAYU- Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Indramayu, Edi Fauzi mengajak generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) dan elemen masyarakat lainnya untuk mencegah pernikahan dini.

Ajakan itu disampaikan Edi, di sela pelantikan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja) Generasi Muda NU, di Gedung dakwah PCNU Indramayu, Kamis (3/12).

Edi mengaku, prihatin dengan angka pernikahan dini dan tingkat perceraian di Kabupaten Indramayu yang masih tinggi.

Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan BKKBN terus melakukan langkah-langkah edukasi untuk melakukan penyadaran kepada masyarakat untuk menghindari pernikahan dini, salah satunya dengan meluncurkan PIK Remaja Generasi Muda NU (GMNU).

“Acara ini terlaksana berkat kerja sama dengan BKKBN. Kami berharap agar GMNU Kabupaten Indramayu sadar serta paham untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa berencana itu keren, menghindari pernikahan usia dini demi masa depan generasi penerus. Pernikahan yang terencana, sehat dan baik secara psikologis dan biologis itu perempuan di usia 21 dan laki-laki 25 tahun,” tuturnya.

Ditegaskan, Edi, GMNU Kabupaten Indramayu telah siap bersinergi jika dibutuhkan tenaga maupun pikirannya dalam menyukseskan permasalahan keluarga di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu, acara yang dihadiri Fatayat NU, PMII, IPNU dan IPPNU juga dilangsungkan diskusi melalui aplikasi Zoom bersama Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Hasto Wardoyo.

Dikatakan Hasto Wardoyo, pernikahan sangatlah penting. Namun, menikah di usia dini bukanlah solusi utama. Apalagi, masa depan bangsa banyak bertumpu pada remaja. Sehingga, tugas remaja saat ini diantaranya adalah harus paham tentang pentingnya menjalani kehidupan sesuai norma dan aturan yang ada.

“Jangan sampai ada pernikahan dini, karena pernikahan yang tidak siap hanya akan membuahkan penyesalan, perceraian, kegelisahan hidup, stres yang berkepanjangan, dan tidak harmonisnya kerukunan dalam berumah tangga. Dan GMNU Kabupaten Indramayu diharapkan dapat menjadi pelopor gerakan anti pernikahan dini,” katanya. (jml/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *