Angkat Judul Disertasi Bermula dari Ngobrol dengan Tukang Sayur

oleh -180 views
CUMLAUDE: Dr Hj Siti Ubaidah bersama suami dan anak usai Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Pendidikan/Manajemen Pendidikan yang dilaksanakan secara virtual, Rabu (24/3). FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

Hj Siti Ubaidah berhasil menuntaskan Studi Program Pasca Sarjana (S3) Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung. Ketua Umum DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kabupaten Indramayu ini menjadi srikandi pertama di Bumi Wiralodra yang menyandang gelar doktor.

KHOLIL IBRAHIM, Haurgeulis

GELAR doktor berhak disandang perempuan kelahiran 7 Juni 1960 yang akrab disapa Umi itu setelah  berhasil mempertahankan disertasinya pada Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Pendidikan/Manajemen Pendidikan yang dilaksanakan secara virtual, Rabu (24/3).

Lewat Zoom Meeting dari kediamannya, di Jalan Raya Manggungan Nomor 6 Desa Haurgeulis, RT 31 RW 08, Kecamatan Haurgeulis. Ibu empat orang anak dan 3 cucu ini memaparkan disertasi berjudul Manajemen Kemitraan Antara SMK Negeri dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri untuk Meningkatkan Lulusan yang Siap Kerja. Studi Kasus Pada SMKN 1 Losarang dan SMKN 1 Gantar Kabupaten Indramayu.

Dihadapan 5 orang pembimbing dan penguji. Yaitu Prof Dr H Sutaryat Trisnamansyah MA, Dr H Husen Saeful MMPd, Dr Natungan Harahap, Dr H Hanafiah MMPd dan Prof Dr H Soelaiman Soekmalana.

Saat mendapatkan pertanyaan yang kritis dan tajam dari penguji, Umi terlihat lancar dalam menjawabnya. Berkat kegigihannya itu, akhirnya para penguji sepakat meluluskan dia dengan nilai cumlaude.

Dalam disertasinya, istri Iskandar Saefullah ini menemukan banyak persoalan internal maupun eksternal yang dialami oleh hampir seluruh SMK Negeri di Kabupaten Indramayu.

Mulai dari masalah keterbatasan SDM, minimnya fasilitas, kurangnya anggaran serta pengawasan dalam upayanya meningkatkan kualitas pendidakan dan mutu lulusan. Dampaknya, setiap tahun ribuan lulusan SMK sulit diterima kerja.

“Disertasi ini fokus pada beragam masalah yang dihadapi SMK dan tantangan kedepan. Karena itu, kita juga memberikan rekomendasi dan solusi kepada pemerintah dan para pihak yang berkepentingan di bidang pendidikan. Agar persoalan ini ditindaklanjuti secara serius,” ujarnya kepada Radar, Kamis (25/3).

Umi mengungkapkan, kasus ini ditemukannya bermula dari ngobrol dengan tetangganya yang berprofesi sebagai tukang sayur. Dia memiliki anak lulusan SMK, namun sulit mendapatkan pekerjaan. Padahal sudah banyak biaya yang dikeluarkan.

“Saya serap aspirasinya. Ternyata, persoalan yang jauh lebih banyak dihadapi oleh SMK. Termasuk perusahaan-perusahaan yang saya wawancarai,” terang mantan anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi Partai Golkar ini.

Umi berharap, disertasinya ini dapat mendorong pemerintah. Eksekutif maupun legislatif untuk melakukan langkah segera membenahi kualitas dan manajemen pendidikan di SMK tak hanya negeri tapi pula swasta.

Di samping itu, keberhasilnnya meraih gelar doktor menjadi cikal bakal lahirnya generasi S3 berikutnya. Karena selama ini, belum banyak atau mungkin belum ada perempuan di Kabupaten Indramayu yang memiliki gelar doktor.

Dosen STIMA IMMI Jakarta ini sekaligus juga ingin membuktikan bahwa usia lanjut tidak menjadi halangan untuk terus mengejar ilmu. “Terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah memberikan dukungan dan motivasi bagi saya dan keluarga untuk terus memberikan terbaik bagi daerah. Semoga ilmu yang saya dapat bisa bermanfaat untuk kemajuan khususnya bidang pendidikan di Kabupaten Indramayu,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *