Anggota PGRI Antusias Divaksin

oleh -115 views
SUKSESKAN VAKSINASI: Ketua PD PGRI Kabupaten Indramayu, Malik Ibrahim saat menjalani vaksinasi di UPTD Puskesmas Anjatan, Sabtu (20/3). FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU- Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Indramayu antusias mengikuti program vaksinasi Covid-19. Mereka ramai-ramai mendatangi UPTD Puskesmas terdekat di lingkungan kediamannya  masing-masing untuk menerima pelayanan vaksin Sinovac, Sabtu (20/3).

Antusiasme ini sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19. Sekaligus menjadi upaya strategis dalam mempercepat pembelajaran tatap muka khususnya di Bumi Wiralodra. Sebab, salah satu tujuan vaksinasi ini adalah untuk mencegah dan melindungi warga negara dari kemungkinan terserang wabah Covid-19.

“Semua pengurus dan aggota PGRI sangat antusias untuk divaksin. Tidak ada penolakan terhadap pemberian vaksin. Mereka juga merasa lega setelah mendapat vaksin,” kata Ketua PD PGRI Kabupaten Indramayu, Malik Ibrahim SPd usai menjalani vaksinasi di UPTD Puskesmas Anjatan bersama dengan para pengurus PC PGRI Anjatan.

Menurutnya, antusiasme para GTK juga didorong oleh rasa tanggung jawab akademik. Menurutnya ada perasaan yang sama seperti anak didik dan masyarakat. Jika para guru ingin segera kembali mengajar tatap muka di sekolah secara aman dan nyaman.

“Kita semua rindu bisa kembali belajar tatap muka di sekolah. Sehingga program vaksinasi ini adalah langkah konkret pemerintah dalam menyiapkan pembelajaran tatap muka supaya lebih siap,” ungkapnya.

Karena itu, Malik Ibrahim mengajak para guru untuk menyukseskan program vaksinasi. Guru harus jadi contoh kepada masyarakat dan melindungi anak didik.

Para guru diminta menjadi pelopor mengedukasikan masyarakat. Termasuk menjadi agen perubahan yang dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Bahwa vaksin adalah cara terbaik untuk menguatkan imun tubuh dengan tetap patuh menerapkan protokol kesehatan. Yakni disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Kami meyakini jika program vaksinasi sukses dilakukan pada sektor pendidikan maka semakin cepat pembelajaran tatap muka dapat dilakukan,” tandas Malik Ibrahim. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *