Analisis Data Covid-19 Jabar: Kabupaten Indramayu Peringkat 3 Persentase Kematian Tertinggi

oleh -220 views
kasus-kematian-covid-jawa-barat
Sumber: Satgas Covid-19

INDRAMAYU – Kabupaten Indramayu menempati peringkat 3 persentase kematian tertinggi covid 19 di Jawa Barat (Jabar) dan peringkat 5 kumulatif terbanyak.

Hal itu sesuai dengan Analisis Data Covid-19 dari Satgas Covid-19 nasional, yang dokumennya didapatkan radarcirebon.com, Kamis (15/7/2021).

Berdasarkan data tersebut, persentase meninggal dari kasus positif covid-19 tertinggi di Jawa Barat, sebagai berikut:

  1. Kabupaten Karawang (3,73 persen)
  2. Kabupaten Tasikmalaya (3,68 persen)
  3. Kabupaten Indramayu (3,31 persen)
  4. Kota Tasikmalaya (3,13 persen)
  5. Kabupaten Ciamis (2,78 persen)

Untuk Jumlah Kematian Kumulatif terbanyak, sebagai berikut:

  1. Kabupaten Karawang (1,175)
  2. Kota Depok (1,006)
  3. Kabupaten Garut (507)
  4. Kota Bekasi (376)
  5. Kabupaten Indramayu (336)

Di Jawa Barat, kematian pada kasus positif covid-19 mengalai kenaikan sebanyak 84,8 persen pada pekan terakhir.

Sementara 40,57 persen kematian covid-19 di Jawa Barat berasal dari Kabupaten Karawang, Kota Depok, dan Kabupaten Garut.

Angka kesembuhan covid-19 di Jawa Barat saat ini adalah 79,96 persen.

Untuk Indeks Kumulatif tertinggi, tiga besar sebagai berikut:

  1. Kota Depok: 3.602.67 kasus per 100 ribu penduduk
  2. Kota Cirebon: 2.421.78 per 100 ribu penduduk
  3. Kota bekasi: 2.352.67 kasus per 100 ribu penduduk

Di Jawa Barat, saat ini 20 Kabupaten Kota masuk dalam zona risiko tinggi penyebaran covid-19. Mencakup wilayah Ciayumajakuning.

Sedangkan risiko sedang mencakup 7 kabupaten kota yakni; Kabupaten Bogor, Cianjur, Pangandaran, Purwakarta, Subang, Sukabumi dan Sumedang.

PEMDA DIMINTA BIKIN POS PENGISIAN OKSIGEN

Sementara itu, menyikapi tingginya kebutuhan oksigen pasien yang sedang menjalani isoman, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil memerintahkan untuk pendirian pos tabung oksigen.

“Hari ini mengawali semangat manajemen oksigen di Jawa Barat yang jauh lebih baik. Ada posko komando Jawa Barat, ada posko kota/kabupaten yang tadi diserahkan dan kami juga akan membuat manajemen pinjaman tabung oksigen untuk warga, menunggu yang Singapura datang,” kata Ridwan Kamil.

Pria yang kerap disapa Kang Emil ini juga meminta kepada masyarakat untuk saling meminjamkan tabung oksigen kepada yang lainya. Misalnya bagi masyarakat yang sudah sembuh dari COVID-19 dan memiliki tabung oksigen bisa meminjamkan kepada pasien COVID-19 yang sedang isolasi mandiri (isoman) yang membutuhkan.

“Karena barangnya terbatas maka kami berharap tabung bisa diputar seperti tabung gas. Jadi kita imbau kepada warga yang isoman dan sudah sembuh itu tabungnya melalui kendali pemerintah bisa dipinjam pakaikan ke sesama yang sedang berjuang melawan COVID-19,” kata Ridwan Kamil, dalam pesan tertulis yang diterima radarcirebon.com.

Selain manajemen penyaluran oksigen, Pemda Provinsi Jawa Barat juga terus melakukan upaya untuk menurunkan angka keterisian kamar (Bed Occupancy Rate).

Beberapa upaya dilakukan dari mulai menambah kapasitas tempat tidur, menyediakan tempat isolasi mandiri di desa hingga menyiapkan hotel dan apartemen untuk pemulihan pasien COVID-19.

Hasilnya, angka BOR rumah sakit pun perlahan turun hingga posisi terakhir di 87 persen. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Ridwan Kami berharap BOR rumah sakit bisa kembali turun hingga di bawah 30 persen. (yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.