Anak Anak Korban Banjir Dapat Trauma Healing

oleh -97 views
TRAUMA HEALING – Anak-anak korban banjir di Desa Karang Tumaritis, Kecamatan Haurgeulis mendapatkan trauma healing dari Komunitas Anak Muda dan Relawan Muda Haurgeulis, Minggu (14/2).

INDRAMAYU – Bencana banjir besar yang menerjang Bumi Wiralodra membuat sebagian korban mengalami trauma. Terutama anak-anak, berpengaruh pada psikologis mereka.

Sebagai bentuk empati, Komunitas Anak Muda dan Relawan Muda Haurgeulis menggelar pemulihan trauma untuk anak-anak korban banjir di Desa Karang Tumaritis, Kecamatan Haurgeulis, Minggu (14/2).

Melalui Trauma Healing bertajuk ‘senyum mereka, bahagia kita’, puluhan anak-anak korban banjir usia TK dan SD diajak belajar dan bermain. Seperti senam pagi bersama, game, menggambar serta mewarnai.

Lalu kemudian dipulihkan mentalnya melalui bimbingan psikolog yang telah disediakan khusus.

Kegiatan trauma healing melibatkan Himpaudi ini, juga diisi dengan pembagian bingkisan buku tulis, susu murni untuk anak juga makan bersama bertempat di halaman SDN 1 Karang Tumaritis. Sedangkan bagi para orang tua, dilaksanakan cek kesehatan gratis berlokasi di belakang masid At Tawakal.

“Trauma healing ini merupakan agenda lanjutan. Setelah kolektif donasi dari beberapa donator sekaligus pendistristribusian. Ide ini lahir dari member komunitas dan relawan untuk menghibur anak-anak korban banjir atas trauma yang mereka alami,” terang ketua pelaksana, Muhammad Firashafiq.

Jumlah relawan yang dilibatkan, sebut dia, sebanyak 50 orang lebih. Terdiri dari beberapa kalangan pemuda, siswa SMA, mahasiswa, guru PAUD, influencer serta remaja masjid.

Muhammad Firashafiq menyebut anak-anak biasanya mengalami tekanan akibat banjir. Apalagi mereka harus mengungsi. Sebagaimana diketahui, Karang Tumaritis, menjadi salah satu desa terparah yang dihantam banjir akibat jebolnya Sungai Cipunegara. Ribuan rumah terendam, sebagian besar penduduk mengungsi.

“Biasanya korban mengalami tekanan psikis. Makanya kita laksanakan kegiatan motivasi dan membangkitkan semangat anak-anak dan keluarganya. Lebih bersemangat kembali untuk menjalani kehidupan dan belajar,” ujar dia.

Pihaknya bersyukur, kegiatan ini direspon antusias anak-anak maupun orang tua mereka. “Kita berharap anak-anak ini bisa hilang trauma akibat banjir yang dialami dan mengembalikan senyum keceriaan mereka,” pungkas Muhammad Firashafiq. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.