Aktivitas Warga Belum Normal, BPBD-Tagana Dirikan Posko Bencana

oleh -75 views
JAMIN KESEHATAN: Tenaga kesehatan dari Puskesmas Widasari sedang memeriksa warga korban banjir di Posko Kesehatan, kemarin. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU- Kecamatan Widasari menjadi wilayah terdampak cukup parah dari banjir akibat meluapnya Sungai Cibuaya yang terjadi sejak Senin (4/1) lalu. Pantauan di lapangan, walaupun air sudah mulai surut, tapi hingga Rabu (6/1), arus air banjir masih deras.

Akses jalan utama dan permukiman warga di tiga desa yakni Desa Desa Kongsijaya, Desa Widasari, dan Desa Bangkaloa Ilir Kecamatan Widasari masih terendam banjir. Kondisi ini membuat warga tidak bisa beraktivitas alias belum normal.

BACA JUGA: Banjir Terjang Tiga Kecamatan Sungai Cibuaya Terus Meluap, Pemcam Bangun Dapur Umum

Kondisi itu membuat BPBD  bersama Polres Indramayu memasang tambang sebagai pegangan saat melakukan evakuasi warga yang ada di Blok Cibogor, Desa Kongsijaya. 

Tidak hanya itu, BPBD Indramayu, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Indramayu mendirikan posko penanganan banjir, dan dapur umum.

Bersama Satpoalairud Polres Indramayu, PMI Indramayu, dan tenaga medis dari Puskesmas Widasari juga membuka posko kesehatan untuk menunjang kesehatan, keselamatan, dan kebutuhan konsumsi warga yang terdampak banjir. 

BACA JUGA:Ratusan Rumah Masih Terendam Banjir di Widasari Indramayu

Data yang dihimpun Radar Indramayu, Desa Kongsijaya terdapat 25 rumah warga yang terendam banjir, Desa Widasari 300 rumah, dan Desa Bangkaloa Ilir 91 rumah sehingga aktivitas warga yang masih belum normal.

Blok Cibogor Karanganyar Desa Kongsijaya dan Blok Desa, Blok Cibogor Desa Widasari yang air masih masuk pemukiman ada yang masuk rumah warga. Sedangkan di Blok Kuburan, Desa Bangkaloa Ilir memang tidak sampai masuk ke rumah warga karena rumah-rumah warga disana tinggi. Tetapi, di akses jalan debit air masih setinggi 80 cm, jadi aktivitas warga di sana mati total,” terang Petugas Tagana Indramayu, Damuri Efendi. 

Sehingga, untuk membantu masyarakat di Blok Kuburan Desa Bangkaloa Ilir, pihaknya hanya mendistribusikan logistik berupa kebutuhun pokok saja, karena warga disana masih bisa memasak di dapur sendiri, karena rumah-rumahnya tidak tergenangi air.

Sedangkan, di Desa Lajer Kecamatan Tukdana dan Desa Wanasari, Desa Malangsari dan Desa Tegagirang Kecamatan Bangodua kondisi air  sudah  kembali normal. Air hanya menggenangi jalan desa, sehingga warga bisa beraktivitas. 

“Kita siap sampai kapan saja, saat ini kita terus melakukan pendataan, dan pendistrubusian konsumsi warga terdampak, bersama semua pihak ikut serta mengevakuasi warga, kali ini sudah ada penyusutan debit air, semoga saja terus menyusut dan normal lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kuwu Kongsijaya H Sutarjo mengatakan, pihak ikut serta melakukan penanganan kepada masyarakatnya yang terdampak banjir dari luapan Sungai Cibuaya. Selain itu, memberikan arahan kepada warga agar selalu ikuti instruksi petugas yang menjaga posko bencana. 

“Kami pemdes ikut menjaga 24 jam. Apalagi tempat posko bencana dan dapur umum bertempat di wilayah desa, tidak ada korban jiwa. Terima kasih kepada semua pihak yang peduli membantu masyarakat di Kecamatan Widasari,” tuturnya.

DIRIKAN POSKO KESEHATAN

Sedangkan, UPTD Puskesmas Widasari juga menyiagakan timm edis di lokasi banjir dengan membuat posko pengobatan bagi warga.

Kepala Puskesmas Widasari Hj Juhariah menyebutkan, pihaknya telah membentuk posko sejak Selasa siang pasca memantau kondisi permukiman warga yang terdampak banjir.

Melihat kondisi air yang semakin tinggi, pihaknya sepakat untuk membentuk posko kesehatan dengan menerjunkan tenanga kesehatan (nakes) di lokasi banjir pada sore hari untuk membantu petugas lainnya dari BPBD, dan Tagana Indramayu, dan PMI Indramayu.

“Sejak Selasa sore tenaga kesehatan kita langsung jaga, selama dua hari ada beberapa warga yang datang memeriksakan diri keluhannya sakit perut, perut kembung, dan muntah ada. Dan ada satu lansia terkena muntaber, sudah kita tangani diinfus dan akan dirujuk ke puskesmas untuk penanganan lebih lanjut,” terang Juhariyah saat memantau posko kesehatan.

Dalam menjalankan tugas menjaga keselamatan dan kesehatan warga, Puskesmas Widasari menyiagakan tenaga kesehatannya selama 24 jam nonstop yang terbagi dalam 3 shift yakni pagi mulai pukul 07:00-14:00 WIB, shift siang pukul 14:00-21:00 WIB, dan shift malam pukul 21:00-07:00 WIB. Yang setiap shift-nya dijaga dua tenaga kesehatan (nakes).

“Tenaga kesehatan kita terbagi tugas, karena di Puskesmas pelayanan kesehatan, perawatan, dan poned jadi kita bagi tugas, ada yang di puskesmas dan di posko, untuk menangani pemeriksaan kesehatan warga,” ujarnya.

Selain memberikan pelayanan kesehatan, posko yang didirikan Puskesmas Widasari diperuntukan guna memantau warga yang terdampak atau menjadi korban banjir luapan sungai terutama bagi warga lanjut usia, balita, anak-anak dan ibu hamil.

“Ini hanya untuk penanganan darurat atau sementara, ketika ada warga yang sakitnya butuh perawatan dan penanganan lebih serius akan dirujuk ke puskesmas karena tidak mungkin dirawat di posko. Selama dua hari, berdasarkan pantaun langsung kesehatan warga masih baik, mudah-mudahan cepat surut, warga sehat semua,” tututnya. (oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *