21 Warga Dikarantina Usai Tengok Pasien yang Positif Corona

oleh -685 views
corona-drunten-wetan
Satgas COVID-19 Gabus Wetan melaksanakan monitoring terhadap kontak erat yang melaksanakan isolasi mandiri di Desa Drunten Kulon.

INDRAMAYU – Sedikitnya 21 warga di dua RT Desa Drunten Kulon, Kecamatan Gabuswetan harus karantina karena menengok orang yang dinyatakan positif virus Corona (Covid 19).

Penularan terjadi, setelah mereka melakukan tilik atau menjenguk secara bergantian salah seorang sesepuh yang sedang menjalani perawatan di RS.

Informasi dihimpun Radar Indramayu, ke-21 warga itu berasal dari dua blok bertetangga. Yakni Blok Ipik RT 11 RW 03 dan Blok Sambilaya RT 10 RW 03. Warga yang tertular mayoritas ibu rumah tangga.

Baca juga: Pakai Mobil Bak Terbuka dan Toa, Panpilwu Limpas Wawar Keliling Kampung

Termasuk seorang ibu yang sedang hamil lantas melahirkan saat menjalani karantina di RSUD Mursid Ibu Syafiuddin (MIS) Krangkeng.

Pasien yang dijenguk itu semula diduga masuk rumah sakit karena diagnosa menderita gejala demam berdarah. Awalnya dirawat disalah satu RS di wilayah Kecamatan Haurgeulis.

Tak kunjung sembuh kemudian dipindah ke RSUD Pantura MA Sentot Patrol. Diketahui positif corona saat menjalani perawatan di RS Mitra Plumbon, Cirebon.

Dari situ lantas dilakukan tracing, tracking dan testing swab terhadap 15 kontak erat pada Sabtu (27/2) lalu. Hasilnya, semua terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Banyak yang Ingin Jadi Kuwu, Banjir Pendaftar Balonwu

“Empat belas warga saat ini masih menjalani karantina di RS MIS Krangkeng. Satu lagi yang melahirkan dibawa pulang, isolasi mandiri dirumah. Dipisahkan dengan bayinya yang dirawat oleh keluarganya,” terang Ketua Satgas Covid-19, Kecamatan Gabuswetan, Drs H Masroni didampingi kepala UPTD Puskesmas Drunten Wetan, Dito SKM kepada Radar Indramayu, Rabu (3/3).

Dari 15 warga yang positif corona itu, kemudian dilaksanakan kembali tes swab masal terhadap sebanyak 136 orang pada Senin (1/3).

Hasilnya telah keluar dan 6 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Swab tes dilanjut kepada 15 orang kontak erat, namun belum diketahui hasilnya.

“Jadi totalnya sudah ada 21 orang. Yang terakhir 6 orang itu, menjalani isolasi mandiri dirumah masing-masing. Kita masih menunggu hasil swab tes dari kontak 15 warga lagi,” kata Masroni.

Pihaknya menghimbau masyarakat, agar lebih memperketat penerapan protokol kesehatan.

Untuk sementara tidak saling kunjung-mengunjungi ke RS atau warga yang sedang sakit ditengah masa pandemi Covid-19

Kepala UPTD Puskesmas Drunten Wetan, Dito SKM memastikan, kondisi kesehatan dari ke-21 warga yang positif corona itu dalam kondisi baik.

Tidak ada gejala yang sangat mengkhawatirkan. “Umumnya kondisi mereka sehat, hampir tidak ada gejala,” kata dia.

Setelah mengetahui adanya kluster tilik ini, pihaknya bersama Satgas Covid-19 Kecamatan Gabuswetan, TNI, Polri, Pemdes dan para pemuda Karang Taruna Desa Drunten Kulon langsung melakukan langkah-langkah pencagahan. Agar penularan tidak meluas.

Diantaranya melaksanakan penyemprotan disinfektan sampai penjagaan lingkungan maupun rumah-rumah warga yang positif corona.

Masyarakat juga bergotong royong membantu menyediakan logistik bagi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

“Kondisi kesehatan semua warga yang isoman terus kita pantau. Mudah-mudahan setelah dites swab lagi hasilnya negatif,” harapnya. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.