oleh

Seru, Sesi Tanya Jawab Debat Kandidat Pilbup Indramayu

CIREBON – Debat kandidat Pilbup Indramayu berlangsung menarik. Terutama di sesi tanya jawab.

Ada beberapa hal yang diulas. Mulai dari kelompok minoritas, hingga persoalan buruh migran.

Pada pertanyaan pertama mengenai kelompok minoritas di Indramayu, khususnya Dayak Losarang, Paslon Nomor Urut 1 Muhammad Solihin menjawab, perlakuan sama. Tidak ada bedanya. Pemerintah juga harus tetap memberikan pelayanan kesejahteraan.

Baca juga: Begini Jawaban Paslon Cabup-Cawabup Indramayu Terkait Pertanyaan Tema Debat Publik di RCTV

“Kita komiten keadilan. Ada kartu tani dan nelayan, pemberdayaan ekonomi kecil berkearifan lokal,” katanya.

Jawaban paslon 1, kemudian ditanggapi paslon 4, Nina Dai Bachtiar. “Siapa pun orangnya dari mana asalnya, selama dia orang Indonesia adalah warga Indonesia,” kata Nina.

Cawabup Lucky Hakim menambahkan, dalam keseharian memang banyak perbedaan dalam cara bicara, budaya, tetapi semua anak bangsa. Sehingga, sebagai pemerintah harus memberi perhatian yang sama.

Dalam pertanyaan selanjutnya mengulas perkawinan anak. Paslon 3 Taufik Hidayat menjawab, terkait dengan perkawinan anak masih menjadi perhatian khusus.

Sehingga menurutnya, penting untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat Kabupaten Indramayu. Menyosialisasikan mengenai UU Perkawinan.

“Perlu pengawasan sangat ketat bagi seluruh jajaran. Stakeholder, tokoh masyarakat, alim ulama, mencegah kekerasan pada anak,” tandasnya.

Jawaban tersebut ditanggapi paslon 2, Toto Sucartono. Menurut dia, tidak cukup hanya itu. Perceraian Indramayu sangat tinggi. Ada masalah ekonomi.

“Masalah yang harus dibenahi adalah kekuatan ekonomi di dalam keluarganya dan pemahaman hukum berumah tangga,” katanya.

Pertanyaan selanjutnya mengenai situasi dan kondisi peredaran dan penyalahgunaan narkoba serta strategi untuk menghentikan penyebaran narkotika.

Paslon 2, Deis Handika menjawab bahwa keluarga yang harmonis perlu untuk melakukan pencegahan narkotika. Di antara caranya meningkatkan sarana prasarana olahraga. Pemerataan fasilitas olahraga. Dia juga ingin memberantas narkoba dengan membuat posko pengaduan di tiap desa.

Jawaban tersebut ditanggapi paslon 1, Muhammad Solihin. Menurut dia, yang paling fundamental adalah agama.

Untuk antisipasi peredaran narkoba diperlukan moralitas, pendidikan agama. Penegakan hukum juga penting untuk menekan penyebaran narkoba.

Sementara itu, Cawabup Ratnawati menekankan perlu adanya peer group untuk remaja. Karena kadang remaja tidak terbuka kepada orang tua.

Pertanyaan mengenai Kabupaten Indramayu sebagai kantung pekerja migran juga cukup menarik. Paslon 4, Nina Dai Bachtiar menekankan pentingnya skill, agar saat mereka dikirimkan benar-benar memiliki keterampilan yang mumpuni.

Sementara Lucky Hakim menambahkan, menjadi pekerja migran sesungguhnya bukan keinginan utama. Seandainya ada pekerjaan di Indramayu, pasti lebih memilih bekerja di Indramayu bersama keluarganya.

Menanggapi itu, Paslon 3, Taufik Hidayat menjawab, dalam penanganan buruh migran yang krusial adalah penempatan. Saat penempatan dan pasca penempatan. Tidak mengirim buruh migran non formal. Tapi yang formal. (ade)

News Feed