oleh

Satu Kecamatan, Satu Excavator, Daniel Serius Genjot Perbaikan Irigasi

INDRAMAYU-Calon Bupati Indramayu nomor urut 3, H Daniel Mutaqien Syafiuddin ST menjawab keluhan para petani soal perbaikan dan pemeliharaan jaringan irigasi yang dirasa masih belum optimal. Yakni melalui program satu kecamatan, satu excavator.

Pengadaan alat berat ini menjadi upaya serius untuk mengatasi masalah utama irigasi. Meliputi pendangkalan, penyempitan serta kerusakan tanggul yang bisa menurunkan debit dan menghambat aliran air keareal persawahan.

“Saya sudah mengetahui permasalahannya. Dan kami juga telah menyiapkan program pengadaan excavator untuk setiap kecamatan. Ini supaya petani dan pemerintah desa tidak lagi rebutan atau antre terlalu lama,” katanya saat safari kunjungan silaturahmi bersama elemen petani di wilayah Kecamatan Kandanghaur dan Bongas, Sabtu-Minggu (7-8/11).

Cabup yang diusung Partai Golkar ini optimis pengadaan excavator untuk 31 kecamatan secara bertahap bisa terealisasi. Selain lewat APBD kabupaten, mantan anggota DPR RI ini juga akan memperjuangkan pengadaannya lewat bantuan dari Pemprov Jawa Barat serta Kementerian Pertanian (Kementan).

Di hadapan masyarakat petani, Mas Daniel mengetahui betul kondisi sebagian besar irigasi yang terus menurun akibat minimnya perawatan. Hal ini menjadi persoalan pelik yang harus diatasi. Sebab bisa mengancam kelangsungan produksi pertanian di Bumi Wiralodra.

Karena itu, pada periode pemerintahannya kedepan, pemuda kelahiran Indramayu 30 September 1981 ini berkomitmen untuk menjamin peningkatan produktivitas hasil pertanian. Dengan memprioritaskan program pembangunan infrastruktur di sektor pertanian.

Apalagi, di tengah pandemi Covid-19 dan ancaman resesi, sektor pertanian yang menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakat di Kabupaten Indramayu tetap tumbuh. Bahkan masih menjadi daerah penghasil padi tertinggi di Indonesia. Pada tahun 2019 saja, mampu memproduksi beras sebanyak 785,657,71 ton dari luas panen padi 215,731 hektare.

“Oleh karena itu pencapaian tersebut harus terus dijaga dan dijadikan sebagai sebuah momentum untuk meningkatkan kesejahteraan petani kita. Sebab, pembangunan sektor ini juga merupakan pintu masuk untuk mengatasi kemiskinan,” tegasnya.

Tokoh petani di Kecamatan Bongas, Yono memberikan apresiasi kepada Daniel yang memberikan perhatian dan komitmen besar kepada petani dan pertanian di Bumi Wiralodra.

Ia menyatakan, saat ini Indramayu membutuhkan pemimpin yang memiliki komitmen dalam memajukan pertanian, dan itu ada pada sosok Mas Daniel dan Kang Taufik.

Pasalnya, komitmen Mas Daniel pada persoalan pertanian sudah terbukti dan teruji. Ketika masih menjabat anggota DPR RI, banyak menyalurkan bantuan seperti pembangunan irigasi desa sampai Program Pengembangan Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah (PISEW). Tersebar merata di hampir seluruh Kecamatan di Kabupaten Indramayu.

Demikian pula dengan Kang Taufik. Kala menjabat menjadi Plt Bupati Indramayu, berhasil mengkoordinir jajaran birokrat, stakeholder pertanian maupun elemen petani untuk menangatasi ancaman kekeringan. Sehingga pada musim gadu tahun 2020 ini, pasokan air untuk areal persawahan khususnya di wilayah Inbar tercukupi, terhindar dari gagal panen.

“Melihat bukti kinerja, pengalaman dan komitmen keduanya, kami semakin yakin bahwa Mas Daniel-Kang Taufik akan mampu menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan. Karena masalah pertanian ini membutuhkan orang-orang yang memahami tentang tani,” jelasnya. (tim)

News Feed