oleh

Wajib Karantina saat Tiba di Tanah Suci, Bebas Jalankan Ibadah Umrah

-Indramayu-36 views

Bisa beribadah di dua kota suci Makkah dan Madinah adalah impian setiap muslim untuk melaksanakan ibadah umrah maupun haji. Apalagi berangkat di masa pandemi Covid-19 saat ini. Seperti apa pelaksanaan ibadah umrah? Berikut catatan Kepala Cabang Qonita Wisata H Rizki Amali Rosyadi dari Makkah.

———————

TIDAK semua muslim mampu melaksanakan ibadah umrah. Hal tersebut karena ibadah yang satu ini membutuhkan kemampuan baik fisik maupun finansial. Terlebih pada masa pandemi Covid-19.

Seperti yang sudah diumumkan oleh pihak Kerajaan Saudi Arabia, bahwa Masjidil Haram telah membuka  pelaksanaan ibadah umrah pertanggal 4 Oktober 2020 (tahap pertama). Tahap keduanya 18 Oktober sebanyak 75 persen dari kapasitas Masjidil Haram, yaitu 15 ribu jamaah umrah dan 40 ribu jamaah salat per hari. Dan tahap ke tiga, 1 November 2020, pihak kerajaan kembali membuka Masjidil Haram 100 persen. Sedangkan daya tampung Masjidil Haram Makkah, yaitu 20 ribu jamaah dan 60 ribu jamaah salat per hari.

Di tahap ketiga ini pemerintah Kerajaan Saudi memperbolehkan warga negara asing untuk ibadah umrah. Salah satunya adalah Indonesia. Jamaah Indonesia  sangat beruntung, karena diperbolehkannya masuk ke Saudi. Seperti yang telah dirilis oleh Kerajaan Saudi di antaranya negara yang tidak bisa masuk ke Saudi yaitu India, Argentina, dan Brazil. Negara-negara tersebut dianggap kurang baik dalam penanganan Covid-19.

Jamaah umrah tahap tiga ini sangat beruntung, terpilih dari ratusan ribu jamaah Indonesia yang gagal berangkat sejak mewabahnya virus corona di Indonesia.

Dua jamaah umrah asal Indramayu yang kebetukan pengurus travel umrah adalah Ustad H Rizki Amali Rosyadi dan Ustad H Ahmad Munsit. Mereka berangkat mewakili travel Qonita Wisata dan Darul Falah.

Dua ustad ini membagikan pengalaman perjalanan umrah mereka lewat media sosial. Mereka juga membagikan aktivitasnya dari sebelum keberangkatan hingga selama di Makkah dengan selalu membuat postingan di media sosial Facebook.

Seperti dalam postingan yang dibagikan saya, para jamaah mendapatkan penyambutan yang ramah dari petugas di bandara Jeddah. Dan Ustad H Munsit membagikan pengalaman selama karantina 3 hari di dalam kamar hotel.

Tidak ketinggalan saya dan Ustad Munsit ini selalu mendoakan akan keselamatan untuk negaranya dan jamaah dari masing-masing travel. Saya dan Ustad Munsit juga mendoakan agar corona segera berakhir sehingga semua jamaah bisa berangkat tanpa harus dibatasi oleh peraturan usia.

Postingan kami ini diserbu komentar yang meminta didoakan supaya bisa ibadah umrah/haji. Banyak titipan doa dari para komentar. Ada juga doa keselamatan dan kesehatan dari para komentar untuk dua ustad ini agar bisa kembali ke tanah air.

Pengalaman ini sangat berharga untuk bisa diterapkan pada keberangkatan umrah berikutnya selama masih masa pandemi. Banyak catatan dan tips yang bisa diambil bagi yang menginginkan berangkat dimasa pandemi.

Semoga kita semua bisa segera diundang dipantaskan oleh Allah untuk bisa ibadah umrah bersama keluarga. (*)

News Feed