oleh

Qonita Wisata Berangkatkan Jamaah Umrah

-Indramayu-34 views

INDRAMAYU – PT Mutiara Qonita Wisata Indramayu memberangkatkan puluhan jamaah umrah perdana yang sebelumnya sempat tertunda keberangkatannya. Penundaan itu karena Kerajaan Arab Saudi sendiri melakukan pelarangan karena pandemi Covid-19.

Kepala Cabang PT Mutiara Qonita Wisata Indramayu, H Rizqi Amali Rosyadi SPsi MIKom menjelaskan, kerajaan Arab Saudi saat ini membuka kembali pelaksanaan ibadah umrah bagi muslim se-dunia dan menjamin keamanan jamaah dari ancaman Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Walaupun menerapkan protokol kesehatan ketat, namun tidak menyurutkan semangat jamaah umrah Mutiara Qonita Wisata untuk melaksanakan ibadah umrah. Mereka, hampir delapan bulan sempat tertunda dan sekarang kembali bisa beribadah umrah ke baitullah. Untuk umrah perdana, lanjutnya, memberangkatkan puluhan jamaah dengan aturan yang cukup ketat.

Dijelaskannya, para jamaah sebelum berangkat ke tanah suci, mereka terlebih dahulu harus bebas dari penyakit corona. Sesampainya di Arab Saudi, lanjutnya, mereka harus menjalani karantina dan setelah dinyatakan sehat dan negatif, baru bisa melaksanakan ibadah umrah.

“Kami merasa bersyukur, Kerajaan Arab Saudi sudah memperbolehkan jamaah umrah. Meski persyaratannya cukup ketat,” terangnya.

Salah satu jamaah, H Rizki Amali (35) mengatakan, dirinya adalah salah satu jamaah umrah Qonita Wisata yang beruntung bisa merasakan umrah perdana pasca pendemi.

“Saya merasa terharu dan tentu sangat bahagia bisa diundang menjadi tamu Allah SWT. Pasalnya tidak semua umat muslim bisa umrah di masa pandemi saat ini. Apalagi salah satu persyaratan umrahnya adalah pemberlakuan batasan usia yang diperbolehkan yakni usia 18 – 50 tahun,” ujar H Rizki.

Lebih lanjut, dikatakan Rizki, umrah pasca pandemi ini membuatnya sering melakukan karantina. Sehari sebelum bertolak ke Bandara Internasional Jeddah (Saudi Arabia), jamaah sudah dikarantina. Lalu setelah landing, jamaah disambut dengan pelayanan yang luar biasa. Para jamaah diberikan bunga, dijemput bus yang sudah disiapkan untuk menghantarkan jamaah ke hotel khusus karantina di Makkah selama 3 hari. “Tidak perlu khawatir. Di hotel karantina ini, kita akan mendapat pelayanan yang luar biasa. Hal terpenting adalah kita selalu mematuhi peraturan yang sudah dijelaskan,” tukasnya.

Untuk diketahui, Indonesia memperoleh kuota untuk umrah kurang lebih 8000-1000 per hari. Visa umrah dibuka mulai tanggal 1 November 2020, dengan pesawat Saudia Airlanes.

“Jamaah yang diperbolehkan hanya yang berusia 18 sampai 50 tahun,” ujarnya.

Selain itu, ada sejumlah syarat lainnya, yakni jamaah diwajibkan tes PCR 72 jam sebelum keberangkan dari dan ke Jakarta (Indonesia ), jamaah umrah diwajibkan memiliki asuransi perjakanan lengkap, menjalani karantina selama 3 hari di Hotel Saudi, jamaah umrah diwajibkan memakai hotel bintang 4 atau 5 selama di Saudi.

“Jamaah juga hanya diberi jatah 1 kali umrah, jamaah bebas shalat di Masjidil haram dengan mendaftar melalui aplikasi I’tamarna, kemudian jamaah diwajibkan menggunakan kamar dobel atau diisi sekamar 2 orang. Selain itu, bus hanya boleh diisi 20 jamaah,” ujarnya sambil mengatakan jamaah juga didampingi tour leader warga negara Saudi. (jml)

News Feed