oleh

Berikan Edukasi Politik Sehat, Debat Kandidat, Hanya Paslon Toska dan Sholawat yang Hadir

INDRAMAYU- Diskusi kandidat calon bupati dan wakil bupati Indramayu yang digagas Indramayu Institute, Minggu (1/11) malam, berlangsung seru.

Sayangnya, dari empat kandidat yang diundang, hanya dua pasangan calon (paslon) yang hadir dalam diskusi itu, yakni paslon nomor urut 1 Sholihin-Ratnawati (Sholawat) dan paslon nomor urut 2 Toto Sucartono-Deis Handika (Toska).

Pantauan di lapangan, diskusi yang digelar di Gedung Kesenian Indramayu Mama Soegra Jalan Veteran No 3 Kelurahan Lemahabang Kecamatan Indramayu ini, melibatkan beberapa panelis pakar di bidangnya seperti Prof Dr Yonny Koesmaryono dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Ikhwanudin Mawardi dari Bappenas dan BPPT, dan Dr Safuri Musa dari Unsika Karawang.

Para peserta yang berada di ruangan maupun yang bergabung secara virtual tampak antusias. Bahkan, para pendukung masing-masing paslon yang berada di ruangan sesekali meneriakkan yel-yel dukungan terhadap kandidat yang dijagokannya.

“Kali ini, kami mengambil tema diskusi tentang pembangunan bidang pendidikan, seni budaya dan pariwisata,” ujar Ketua Indramayu Institute (II) Syarofin Arba MF.

Sementara itu, Ketua Panitia Diskusi II Kang Opin menjelaskan, paslon nomor urut 3 dan 4 berhalangan hadir karena kesibukan dan kondisi kesehatan yang kurang memungkinkan. Padahal, lanjut Kang Opin, kesempatan ini sangat bagus untuk mengenalkan kepada masyarakat.

Dijelaskannya, tujuan diadakannya diskusi kandidat ini ingin membantu mengenalkan para kandidat kepada publik Indramayu. Di samping itu, juga sebagai wahana edukasi politik yang sehat dan demokratis kepada masyarakat Indramayu. “Semua paslon berusaha kami hadirkan. Adapun ada yang menuduh event ini pesanan sungguh tidak benar. Karena kami mengakomodir semua paslon. Tidak menonjolkan salah satu paslon,” tandasnya.

Kang Opin menuturkan, Indramayu Institute itu independen dan terbuka untuk semua golongan yang merasa peduli dan ingin berkontribusi membangun Indramayu.

Sehingga harapannya melalui proses Pilkada 2020 ini akan terpilih kepala daerah yang terbaik bagi Indramayu. “Indramayu Institute sendiri merupakan sebuah lembaga berupa paguyuban wong Dermayu yang peduli Indramayu. Mereka adalah para putra-putri daerah Indramayu, baik yang berada di Indramayu, luar daerah dan bahkan luar negeri yang berkomitmen ingin memberikan sumbangsih bagi kemajuan Indramayu,” imbuhnya.

Dijelaskannya, di dalam paguyuban II ini, terhimpun puluhan orang Indramayu yang bergelar profesor dan doktor dari berbagai perguruan tinggi dan disiplin ilmu.

Selain itu, ada juga berbagai profesi baik sebagai pengusaha, praktisi hukum, pers dan berbagai bidang lainnya.

“Kami dari II berharap agar kiranya bisa bersinergi baik dengan pemerintah daerah Indramayu maupun berbagai lembaga dan komponen masyarakat. Melalui sinergi bersama tersebut maka akan mampu mendorong Indramayu segera mengejar ketertinggalan dan bahkan menjadi daerah maju serta mempunyai keunggulannya tersendiri,” pungkasnya. (jml)

News Feed