oleh

Dewan Pendidikan Prihatin, Belasan Pelajar SMP Kena Razia Polres Subang

INDRAMAYU -Dewan Pendidikan Kabupaten Indramayu, mengaku prihatin dengan belasan pelajar SMP asal Indramayu, yang terkena razia petugas gabungan Polres Subang. Mereka (pelajar, red) rencananya akan mengikuti aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di Jakarta.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Imdramsyu Dr H Suhaeli MSi, didampingi Ribaldi Candra SH MH, meminta kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Indramayu supaya lebih meningkatkan lagi dalam pengawasan dengan pihak sekolah.

Dewan Pendidikan (Wandik) tak mau lagi mendengar adanya pelajar Indramayu yang ikut_ikutan dalam unjuk rasa, apalagi sampai kena razia petugas. Hal ini sangat memalukan dunia pendidikan di Indramayu.

“Selama masa pandemi Covid_19, semua siswa untuk belajar di rumah. Malah mereka mau ikut unjuk rasa di Jakarta,”terang mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dalam jumpa persnya kepada wartawan, belum lama ini.

Suhaeli menegaskan, Wandik tidak ingin mendengar adanya prlajar yang ikut dalam unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja. Untuk mencegah agar pelajar jangan sampai ikut unras, pihak Disdik harus segera menjalin kerja sama dengan Polres Indramayu.

Disamping itu, Disdik juga harus intens melakukan kordinasi dengan pihak sekolah serta menjalin kerjasama dengan orang tua siswa.

“Kami minta kepada jajaran Polres agar memberi tahu apabila ada kegiatan unras. Misalnya, besok akan ada demo, nah Dinas Pendidikan lalu meneruskan info ke sekolah sampai ke orang tua siswa,”imbuhnya.

Ditambahkannya, pengawasan ketat perlu dilakukan semua pihak agar pelajar tidak terlibat dalam kerusuhan. Pelajar rentan terpancing, terprovokasi, dan mengikuti undangan aksi dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia pun khawatir pelajar nantinya akan menjadi kambing hitam dalam kerusuhan saat aksi tersebut. “Jangan sampai anak-anak kita dimanfaatkan pihak yang tak bertanggungjawab. Nanti jadi kambing hitam. Makanya kita harus bisa mencegah. Bukan hanya polisi, melainkan dari keluarga juga harus sama-sama untuk menjaga,”jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SMP, H. Supardo, menegaskan pihaknya akan terus menjalin koordinasi dengan Polres maupun Wandik guna mencari formula agar pelajar tak mengikuti unjuk rasa. Pengawasan saat proses belajar jarak jauh saat ini harus terus dioptimalkan. .

“Kita juga minta agar sekolah mengadakan pertemuan secara virtual dari semua kelas SMP, perwakilan orangtua dan anak-anak. Artinya, akan terjalin diskusi antara pihak sekolah dengan para siswa,”pungkasnya. (jml)

News Feed