oleh

STKIP Segeran Jalin Kerjasama dengan Sejumlah Universitas di Indonesia

SEKOLAH Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pangeran Dharma Kusuma (Padhaku) Segeran Indramayu, memiliki empat program studi (prodi). Di antaranya prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Sejarah, Pendidikan Biologi dan Pendidikan Ekonomi.

Semua prodi itu sudah terakreditasi oleh BAN-PT, serta institusi STKIP Padhaku juga terakreditasi baik berdasarkan SK BAN-PT Nomor : 361/SK/BAN-PT/Ak-PKP/PT/VI/2020. “Tidak usah khawatir karena semuanya sudah ditempuh dengan benar,” kata Ketua STKIP Pangeran Dharma Kusuma Segeran Juntinyuat Indramayu Taufiq Zaenal Mustofa MSi di ruang kerjanya, kemarin.

TEKUN: Ratusan mahasiswa STKIP mengikuti kegiatan pembelajaran ilmu bela negara.

Bahkan, lanjut Taufiq, STKIP Padhaku Segeran telah menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Nusantara. Kerja sama tersebut meliputi program jenjang pendidikan S2 Ilmu Hukum, Adminstarsi Pendidikan dan Program Doktoral. Di samping itu, juga menjalin kerja sama dengan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Provinsi Jabar.

Untuk tahun ajaran baru, pihaknya mendapat kuota 150 calon mahasiswa dari program Bidikmisi, yakni bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik.

CENDERAMATA: Ketus STKIP Padhaku Segeran Opik (kanan) memberikan cenderamata kepada petugas Polres Indramayu yang
mengisi materi saat kegiatan ospek.

“Kami memberikan kesempatan kepada masyarakat Indramayu. Terutama mereka yang tidak memiliki biaya, tapi benar-benar ingin kuliah dan ini kesempatan emas,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Opik ini menjelaskan, pihaknya telah menggelar Ujian Saringan Masuk (USM) Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Kegiatan USM gelombang I tahun akademik 2020/2021 itu berlangsung di Aula STKIP, belum lama ini.

SIMBOLIS: Ketua Yabujah Segeran KH Abas secara simbolis membuka kegiatan Ospek STKIP.

Ketua Panitia PMB STKIP Padhaku, Ahmad Fauzan MPd menuturkan bahwa USM adalah bagian dari ikhtiar perguruan tinggi dalam meningkatkan kuantitas mahasiswa tanpa menafikan kualitas.

Ini seirama dengan apa yang telah digariskan dalam visi dan misi perguruan tinggi. Dalam USM tersebut, para peserta diwajibkan mengikuti tes potensi akademik (TPA) dan wawancara.

BERPOSE: Ketua Yabujah Segeran KH Abas berfoto bersama dengan civitas akademika STKIP Padhaku Segeran.

“Peserta dinyatakan lulus apabila memenuhi persyaratan nilai tertentu baik pada nilai TPA maupun wawancara, sebagai strategi untuk mengukur potensi intelektual, minat, dan bakat calon mahasiswa baru,” ungkapnya.

STKIP Padhaku, bertekad menciptakan lulusan yang berkompeten, memiliki wawasan yang luas dan berimtaq. Ini bukan cita-cita utopis. Sebab dosen-dosen di kampus putih telah teruji secara kualitas, memiliki jumlah karya yang cukup gemilang, di samping 30 persen di antaranya adalah doktor.

“STKIP Padhaku memiliki empat program studi dan institusi yang terakreditasi BAN-PT. Kami berharap lulusan STKIP Padhaku mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, memiliki pengetahuan yang luas, serta bermanfaat bagi bangsa dan negara,” pungkasnya. (dun/adv)

News Feed