oleh

Dr Hj Ratnawati MKKK Minta Doa dan Restu Alim Ulama

CALON Wakil Bupati Indramayu dr Hj Ratnawati MKKK, tak pernah lelah untuk  menyapa masyarakat Indramayu. Perempuan asal Desa/Kecamatan Jatibarang terus menyapa konstituennya di lapangan.

Sehingga wajar apabila tingkat popularitas dan elektabilitas paslon nomor 1, Sholihin-Ratnawati (Sholawat) kian meningkat. Bahkan, mampu mengalahkan calon lainnya.

NOMOR SATU: Cawabup nomor 1 dr Hj Ratnawati di hadapan masyarakat Desa Tambi menunjukan nomor satu

Istri anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Ir HE Herman Khaeron MSi, kini terus silaturahmi ke sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Selama satu minggu ini bertemu dengan tokoh ulama di Desa Gadingan Kecamatan Sliyeg, Indramayu.

Selain silaturahmi kepada para alim ulama, paslon nomor urut 1 Sholawat juga mengunjungi perwakilan jamiyah, dan beberapa tokoh pemuda di desa setempat.

BERSATU: Masyarakat Tambi siap menangkan paslon nomor satu.

Mereka tampak antusias menyambut kedatangan seorang dokter wanita teladan yang pernah diraih saat bertugas di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu.

Salah satu ulama mengaku, merasa terhormat dengan kehadiran sosok calon pemimpin perempuan di Indramayu. Pihaknya menaruh harapan besar kepada sosok kader Demokrat dr Hj Ratnawati MKKK, untuk peduli dan menghargai keberadaan alim ulama.

BERPOSE: Warga Tambi Sliyeg berebut foto dengan paslon nomor satu dr Hj Ratnawati. Cabup-Cawabup

”Kami mendoakan semoga paslon Sholawat nomor urut 1, bisa terpilih memimpin Kabupaten Indramayu. Masyarakat Kota Mangga membutuhkan seorang pemimpin seperti paslon nomor urut 1 yang memiliki karakter dan background agamis. Selain ramah, Ibu Ratnawati juga terbukti berprestasi hingga tingkat provinsi. Ini menjadi modal teladan bagi beliau yang pantas menjadi pemimpin di Indramayu ,” papar salah satu perwakiIan Alim Ulama Desa Gadingan Kecamatan Sliyeg, Muhammad kepada Radar.

Cawabup dr Hj Ratnawati mengatakan, salah satu program yang digagas oleh paslon Sholawat adalah pemberdayaan tokoh agama dan aktivitas keagamaannya. Dengan sebagian besar masyarakat Indramayu yang religius, ia ingin kesejahteraan guru ngaji di Bumi Wiralodra akan lebih terangkat.

“Kami sudah siapkan kartu mulia bagi para guru ngaji. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan kesejahteraan semua guru ngaji di Indramayu. Pasalnya profesi ini sangat mulia, mengajarkan pendidikan Alquran. Oleh karena itu, kita harus memberikan penghargaan yang lebih tinggi lagi kepada mereka,” tuturnya.

Dijelaskannya, selain fokus kepada guru ngaji, ia juga akan memprioritaskan program bagi kaum duafa, dan fakir miskin melalui kartu sakti atau kartu mulia itu.

Pihaknya akan mendata seluruh guru ngaji, kaum dhuafa, dan fakir miskin yang ada di wilayah Kabupaten Indramayu. “Kita akan berikan anggaran untuk bidang pendidikan keagamaan. pendikian agama ini adalah modal dasar untuk bisa memperbaiki akhlak dan moralitas warga Indramayu,” tandasnya. (tim)

News Feed