oleh

Paslon Toto-Deis Sampaikan Visi Misi “Indramayu Sehat”

-Headline, Indramayu-1.006 views

BERBAGAI cara dilakukan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati Indramayu dalam mengisi masa kampanye pada Pilkada 09 Desember 2020 mendatang. Paslon nomor urut 2, Toto Sucartono-Deis Handika (Toska) mengisi masa kampanyenya dengan menyampaikan visi dan misi kepada masyarakat Indramayu.

Menurut Toto, Indramayu kaya tentang potensi di anataranya terkenal sebagai Kota Mangga. Daerah yang terletak di Pantura (pantai utara) Jawa Barat dengan luas wilayah sekitar 204.011 Ha terdiri atas 110.877 Ha tanah sawah (54,35%). Sedang luas tanah kering di Kabupaten Indramayu tercatat seluas 93.134 Ha atau sebesar 45,65%.

Letak Kabupaten Indramayu cukup strategis karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Cirebon di Tenggara, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang di sebelah Selatan, serta Kabupaten Subang di sebelah Barat.

Kabupaten Indramayu terdiri dari 31 kecamatan dengan 317 desa/kelurahan. Sedang jumlah penduduk Indramayu di tahun 2019 tercatat sebanyak 1.861.269 jiwa yang terdiri atas 936.516 jiwa penduduk laki-laki dan 924.573 jiwa penduduk perempuan.

Kota kabupaten itu merupakan salah satu daerah sentra pertanian, dimana sektor pertanian menyumbang 43 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Produk buah mangga adalah salah satu komoditas unggulan Indramayu.

Demikian pula padi sebagai produk unggulan lainnya. Lahan persawahan Indramayu tergolong terluas di wilayah Provinsi Jawa Barat. Bahkan Indramayu merupakan salah satu pemasok utama

produk beras nasional. Produksi beras Indramayu tahun 2019 tertinggi di Indonesia yakni sebesar 790.000 ton.

Produk unggulan berikutnya adalah komoditas perikanan. Produk ikan Indramayu terbesar atau sekitar 64% dari produksi Jawa Barat. Dan jumlah itu cenderung meningkat setiap tahunnya. Panjang pantai Indramayu pun termasuk terpanjang yakni 147 km.

Panjang pesisir itu membentang dari perbatasan Kab. Subang di barat hingga perbatasan Kabupaten Cirebon di timur. Jumlah produksi ikan Indramayu baik tangkapan maupun budidaya sekitar 100.000  ton per tahun atau senilai Rp1,5 triliun. Adapun Jenis ikan di antaranya manyung, selar, layar, tongkol, kakap, bawal, kembung, cucut, cumi, tiga wajah, teri, bandeng, nila, lele, udang, dan beberapa lainnya.

Dari beragam jenis ikan itu ada 7 produk unggulan perikanan Indramayu yakni bandeng, udang windu, udang vanamei, lele, nila, gurame, dan rumput laut. Produk rumput laut saja misalnya hingga menyumbang sekitar Rp150 triliun per tahun.

Sektor perikanan ini meliputi 4 sub sektor yakni perikanan tangkap, perikanan budidaya, pengolahan perikanan, dan garam. Di bidang perikanan ini mampu menyerap sekitar 100.000 tenaga kerja baik sebagai petani/petambak, ABK, bakul, dan pengolah ikan. Fakta bahwa sektor perikanan pun mampu membuka lapangan kerja yang besar. Meski produksinya melimpah, namun sayangnya di Indramayu masih minim industri pengolahan ikan.

Sementara, produk pengolahan ikan umumnya baru terbatas  kerupuk ikan dan udang, serta pengolahan ikan asin. Itupun baru bersifat industri rumahan (home industry) dengan segala keterbatasannya. Padahal jika produk ini diolah dan dikembangkan bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi.

Kini sudah saatnya Indramayu mengembangkan produk olahan ikan. Banyak kreasi produk ikan yang menarik dan bernilai ekonomi tinggi. Misalnya bakso ikan, kripik dan krupuk ikan, krispi, abon, sarden, bandeng presto, berbagai snack ikan, otak-otak, sosis, dan sebagainya.

Jika semua itu direalisasikan dan dioptimalkan bisa mendongkrak roda ekonomi daerah. Belum lagi bila perikanan budidaya mampu dioptimalkan. Tentu produk ikan Indramayu lebih besar lagi. Dan tidak akan ada pengangguran di Indramayu.

Selain itu, yang memprihatinkan hingga kini belum ada pengusaha Indramayu yang mampu mengekspor produk ikan tersebut. Padahal kalau diekspor tentu nilainya bisa berlipat-lipat lebih tinggi.

Karena itu, sudah saatnya produk ikan Indramayu dioptimalkan dan didorong go internasional. Sehingga bisa meningkatkan income masyarakat dan pendapatan daerah.

Potensi lain dari Indramayu adalah dengan adanya kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan di Desa Balongan dengan luas 250 Ha. Kilang minyak di Balongan itu terbesar se-Asia Tenggara. Dengan total produksi minyak sebanyak 413 ribu barel per hari (BOPD) dan produksi gas sebesar 2.856 MMSCFD ini menjadikan Indramayu sebagai daerah incaran para investor.

Indramayu juga merupakan salah satu daerah terbesar dalam pengiriman tenaga kerja (TKI) ke luar negeri ke berbagai negara antara lain Malaysia, Singapura, Thaiwan, Hongkong, Korea Selatan, Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan beberapa negara lainnya. Jumlah TKI Indramayu berdasar data tahun lalu sekitar 22.398 orang. Jumlah TKI

Indramayu termasuk terbesar di Indonesia.

Harapan kita para TKI ini bisa diberikan bekal ketrampilan atau keahlian khusus, sehingga mereka menjadi tenaga kerja formal dan mampu bekerja secara profesional.

Tak hanya itu,  lanjut Toto, Indramayu juga mempunyai beberapa potensi lainnya seperti bisnis perdagangan retail dan online, bahkan sampai ke ekspor. Demikian pula potensi di bidang seni, budaya dan pariwisata. Di sektor pariwisata di antaranya ada objek wisata Pulau Biawak, hutan mangrove, serta banyaknya jejeran pantai potensial yang membentang dari daerah barat sampai timur. Namun lagi-lagi sayangnya potensi pariwisata ini kurang dikembangkan.

Setali tiga uang dengan potensi seni-budaya. Padahal banyak seni tradisi semisal tari topeng, tarling,sintren, sandiwara, karya lukis, dan berbagai produk seni lainnya yang menarik dan mampu mengangkat nama Indramayu. Belum lagi bermacam produk kerajinan (handycraft) yang layak untuk dikembangkan dan bernilai ekonomi tinggi. Jika semua potensi yang ada tersebut benar-benar dikembangkan secara optimal tentu akan memberikan dampak positif yang besar dalam upaya pembangunan daerah.

Indramayu tidak akan lagi tertinggal. Angka pengangguran dan kemiskinan pun bisa

ditekan. Sehingga bisa terwujud Indramayu yang maju, makmur dan sejahtera. Indramayu masuk dalam kategori daerah tertinggal. Kendati Indramayu kaya dengan berbagai potensi,namun ironisnya justru Indramayu tertinggal dari daerah-daerah lain. Peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kab. Indramayu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Tahun 2018 berada di urutan ke-23 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Ketertinggalan IPM Indramayu masih berlanjut di tahun 2019. IPM Indramayu tercatat 66,97, jauh di bawah IPM Jawa Barat yang mencapai 72,03. IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup masyarakat. Dengan kata lain, baik tingkat kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Indramayu tergolong terendah di Jawa Barat.

Di bidang pendidikan, tercatat rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk Indramayu

tahun 2019 di angka 5,9 tahun. Artinya rata-rata warga Indramayu tidak tamat sekolah

dasar (SD). Jauh di bawah RLS Kota Cirebon (9,8 tahun), Kabupaten Kuningan (7,3 tahun), Kabuoaten Majalengka (6,9 tahun) dan kabupaten/kota lain di Jawa Barat. Data yang menunjukkan masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat Indramayu.

Data yang memprihatinkan juga tampak pada sektor ekonomi. Angka pertumbuhan ekonomi Indramayu tahun lalu hanya sebesar 1,2 persen. Jauh di bawah angka pertumbuhan daerah lain di Jawa Baratyang rata-rata 5 persen. Sementara angka pertumbuhan tahun 2020 diperkirakan sudah menurun di bawah 1 persen atau bahkan minus. Data yang menampakkan bahwa penduduk Indramayu masih tertinggal secara ekonomi dan kesejahteraan. Padahal sektor ekonomi inilah yang sesungguhnya menjadi lokomotif atau pendorong utama pembangunan daerah. Dan tahun 2019 Indramayu mendapat bantuan keuangan terbesar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dampak dari ketertinggalan itu jelas berimbas pada angka pengangguran. Menurut data Dinas Tenaga Kerja Kabularen Indramayu, jumlahpengangguran tahun lalu mencapai 35.797 orang. Tak hanya itu, angka kemiskinan pun tergolong tinggi yakni sebesar 204.180 jiwa. Di masa Pandemi Covid-19, tentu angka itu kian membengkak karena banyak tenaga kerja yang terkena PHK akibat perusahaan atau sektor usaha yang  bangkrut.

Yang juga memprihatinkan adanya kenyataan masih banyak rumah yang tidak layak huni. Tercatat ada 507.998 unit rumah yang tidak layak huni. Lagi-lagi kenyataan itu menunjukkan betapa nilai kesejahteraan masih jauh dari umumnya masyarakat Indramayu.

Dari realitas itu semua tampak jika sebagai sebuah daerah, Indramayu belum “sehat”. Belum sehat secara ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan bahkan dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat dan pemerintahan.

VISI-MISI INDRAMAYU SEHAT

Dengan melihat dan mencermati fenomena Indramayu tersebut di atas, maka Toto Sucartono – Deis Handika selaku Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Indramayu kemudian mencoba mencari solusi dan strategi untuk mengatasi permasalahan yang ada di Kabuparen Indramayu. Dari hasil kajiannya yang mendalam, maka pasangan kandidat  tersebut kemudian merumuskan Visi dan Misi sebagai berikut:

 

  1. VISI

Terwujudnya Indramayau SEHAT (Sinergi, Effektif, Harmoni, Agamais, serta

Terwujud dan Akuntable).

Visi Indramayu yang sesungguhnya sudah ada, sebagaimana tertuang dalam prasasti daerah “Indramayu MULI HARJA Tan Ana Sawiji-wiji” dengan misi : Sapta  Karya Mulih Harja”, dalam kondisi kekinian, yang bisa diterjemahkan dan dilakukan adalah “ Sapta Karya”, tujuh rencana kerja utama.

Visi yang dimaksud di sini adalah pandangan dan gambaran masa depan yang diharapkan untuk Indramayu 5 (lima) tahun ke depan (periode 2021-2026).

Adapun Visi tersebut terumuskan sebagai berikut:

“ INDRAMAYU SEHAT ”

Membangun sinergitas kerja yang efektif dan efisien dengan semangat harmoni, transparan yang dilandasai nilai-nilai agamis berintegritas untuk mewujudkan percepatan pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan kualitas pelayanan

umum untuk kesejahteraan rakyat

S = Sinergi, bermakna adanya upaya saling menguatkan terkait satu dengan yang

lain dari pemerintah pusat sampai desa, demi mewujudkan masyarakat Indramayu

yang SEHAT baik ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan berbagai bidang lainnya.

E = Efektif, yakni membuat gagasan kreatif dan inovatif serta perencanaan dan

pelaksanaan akselerasi pembangunan yang efisien dengan mengutamakan skala

prioritas untuk kesejahteraan rakyat.

H = Harmonis, menciptakan suasana yang ramah, damai dan selaras untuk mewujudkan kerukunan antar golongan dan masyarakat serta terciptanya tata kelola lingkungan perkotaan dan pedesaan yang aman, indah, bersih dan rapih.

A = Agamis, membangun nilai-nilai ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala sehingga terbentuk budi pekerti (akhlakul karimah), etika, budaya, dan integritas dalam membentuk pondasi sumber daya manusia demi terwujudnya masyarakat madani.

T = Terwujud, visi-misi “Indramayu Sehat”         terlaksana, terukur dan terwujud.

 

  1. MISI

Guna mencapai Visi tersebut, ditempuh melalui 5 misi (Panca Karya Mulih Harja, lima kerja utama menuju Indramayu lebih baik dan maju), yaitu:

  1. Reformasi Birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan professional. Berbasis digital/elektronik.
  2. Peningkatan kapasitas dan kualitas SDM guna meningkatkan daya saing daerah.
  3. Pengembangan infrastruktur dan industry berbasis potensi daerah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
  4. Pemberdayaan dan penguatan ekonomi kerakyatan; dan
  5. Peningkatan aksesibilitas dan kualitas kesehatan, pendidikan dan perlindungan social.merupakan langkah-langkah yang ditempuh untuk mencapai Visi yang dicanangkan.

Untuk mencapai Visi tersebut, ditetapkan Misi berupa lima langkah strategis berbagai bidang dalam pembangunan Indramayu yakni sebagai berikut:

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Pertanian
  2. a) Meningkatkan infrastruktur terutama jalan desa dan jalan yangmendukung usaha pertanian.
  3. b) Mengatur, memperbaiki dan meningkatkan tata kelola irigasi.
  4. c) Membangun pusat penelitian dan pengembangan pertanian.
  5. d) Memfasilitasi permodalan dan pemasaran produk pertanian serta menjaga stabilitas harga.
  6. e) Meningkatkan produktifitas hasil pertanian hingga mampu tumbuh 5% per tahun.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Perikanan dan Kelautan
  2. a) Meningkatkan infrastruktur poros jalan dan irigasi di area pertambakan.
  3. b) Memperbaiki tata kelola lalu lintas kapal, administrasi perizinan, dan perlindungan nelayan.
  4. c) Menggerakkan sektor industri perikanan dan kelautan agar mampu tumbuh dan berkembang.
  5. d) Membuat balai penelitian dan pengembangan perikanan.
  6. e) Meningkatkan produktifitas perikanan dan kelautan hingga tumbuh 5% per tahun.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Peternakan
  2. a) Membentuk pusat penelitian dan pengembangan.
  3. b) Zonasi wilayah dan perizinan industri peternakan.
  4. c) Menggerakan sektor industri peternakan.
  5. d) Memfasilitasi permodalan dan pemasaran antara pihak peternak dan swasta.
  6. e) Meningkatkan produktifitas peternakan hingga tumbuh 10% per tahun.
  7. Lima Langkah Strategis Bidang Pariwisata
  8. a) Meningkatkan sarana wisata yang ada dan membuat USP (Unic Selling point).
  9. b) Mengemas industri lokal yang menarik menjadi destinasi wisata daerah.
  10. c) Membangun obyek wisata berskala nasional dan internasional.
  11. d) Memperbaiki dan meningkatkan infrastruktur dan fasilitas umum untuk kemudahan dan kenyamanan tempat wisata.
  12. e) Meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara hingga tumbuh 20 % per tahun.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Pemuda dan Olah Raga
  2. a) Menata dan meningkatkan fasilitas sarana dan prasana pemuda dan olah raga.
  3. b) Membuat pusat pendidikan, pelatihan dan pembinaan olah raga.
  4. c) Menerapkan pola pembinaan yang tepat, efektif dan berorientasi pada pencapaian prestasi.
  5. d) Menyelenggarakan kegiatan baik rutin (tahunan) maupun temporal berskala regional, nasional dan internasional bekerjasama dengan pihak swasta.
  6. e) Meraih prestasi terbaik untuk 5 cabang olah raga yang potensial di level nasional.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Seni dan Budaya
  2. a) Merumuskan ciri khas pakaian tradisional dan bangunan yang menjadi ciri khas budaya lokal Indramayu.
  3. b) Mengangkat seni tradisi yang khas baik musik, tari, dan seni budaya lainnya.
  4. c) Mengangkat makanan tradisional menjadi industri makanan di tingkat nasional.
  5. d) Memfasilitasi perizinan dan meningkatkan industri seni kreatif.
  6. e) Menyelenggarakan kalender kegiatan tahunan berskala regional dan nasional.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Perindustrian
  2. a) Menata kembali tata ruang industri sesuai potensi wilayah, memfasilitasi kawasan industri yang aman, menjamin ketersediaan energi dengan daya saing yang kompetitif dalam hal biaya investasi dan biaya produksi.
  3. b) Memberikan pelayanan perizinan yang transparan cepat dan tepat.
  4. c) Menyediakan tenaga kerja terampil melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja profesional (BLK) sesuai kebutuhan.
  5. d) Mendirikan industri lokal untuk kebutuhan infrastruktur daerah.
  6. e) Meningkatkan pertumbuhan investasi sebesar 10% per tahun.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Perdagangan
  2. a) Pemetaan produk unggulan lokal yang potensial untuk pasar nasionaldan internasional.
  3. b) Menciptakan iklim usaha yang mampu meningkatkan produktivitas usaha serta mendorong peningkatan UMKM.
  4. c) Membina dan memfasilitasi pelaku-pelaku usaha baik perseorangan atau lembaga pondok pesantren serta ikut berperan aktif

mempromosikan dan memasarkan hasil produksi.

  1. d) Meningkatkan kelas pasar tradisional menjadi pasar wisata yang punya Unic Selling Point (USP) sehingga mampu bersaing dengan pasar modern.
  2. e) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari 1,2% menjadi 5% per tahun.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Kesehatan
  2. a) Meningkatkan fasilitas pelayanan dasar puskesmas dan RSUD.
  3. b) Meningkatkan ketersediaan tenaga kesehataan.
  4. c) Memberikan fasilitas berobat gratis untuk pelayanan kelas 3 dan Puskesmas.
  5. d) Mengintegrasikan dalam pelayanan kesehatan antara BPJS dan KTP.
  6. e) Menyediakan ambulan tiap desa guna meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat desa.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Pendidikan
  2. a) Rasionalisasi ruang kelas yang ada untuk tingkatan SD (6.021), SMP (1.795) dan SMA (854).
  3. b) Meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru honorer.
  4. c) Memberikan pendidikan gratis dan beasiswa untuk siswa berprestasi serta menyediakan buku paket di perpustakaan khusus untuk siswa

tidak mampu.

  1. d) Meningkatkan sarana pendidikan non formal dengan mendirikan kampung bahasa berskala nasional untuk meningkatkan kualitas SDM.
  2. e) Meningkatkan lama sekolah dari 5,9 tahun menjadi 12 tahun.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Kebersihan dan Pertamanan
  2. a) Menata, mengelola, mereposisi tata kota menjadi lebih indah dan

nyaman, serta menyediakan alat dan armada untuk pemeliharaan.

  1. b) Mendirikan Bank Sampah Desa (BSD) dengan membagi dua katagori: organik menjadi energi bio organik dan pupuk, sedangkan nonorganik

(limbah plastik) akan diproses daur ulang.

  1. c) Gerakan menanam 1 juta pohon untuk penghijauan taman desa, taman

kota dan rumija (ruang milik jalan).

  1. d) Membangun Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah disesuaikan dengan kebutuhan desa.
  2. e) Membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di wilayah Indramayu barat dan Indramayu tengah, serta memperbaiki TPA di Indramayu timur.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Agama
  2. a) Gerakan “Ayo Mengaji” untuk membangun generasi muda yang memiliki nilai-nilai ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala sehingga terbentuk akhlak (budi pekerti), etika, budaya, dan integritas dalam membentuk pondasi sumber daya manusia demi terwujudnya masyarakat madani.
  3. b) Menjamin kesejahteraan para kyai dan guru agama (madrasah diniyah) dan Lembaga Pendidikan Qur’an (LPQ)). Memberikan insentif kepada

para imam masjid dan mushola.

  1. c) Mengoptimalkan peran Lembaga Zakat, Infak, Sodaqoh (ZIS) baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta secara proporsional.
  2. d) Memberikan bantuan untuk meningkatkan sarana dan prasarana lembaga pendidikan agama dan pondok pesantren.
  3. e) Terciptanya masyarakat Indramayu yang taat beragama.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Sosial
  2. a) Memetakan jumlah penduduk miskin, dan penyandang masalah kesehjateraan sosial (PMKS).
  3. b) Membuat gerakan perangi kemiskinan dan meningkatkan kepekaan dan upaya pengentasan PMKS secara terintegrasi.
  4. c) Membangun 3.170 rumah untuk tuna wisma bagi warga Indramayu.
  5. d) Bekerjasama dengan Lembaga Zakat, Infak, Sodaqoh (ZIS) untuk memberantas kemiskinan.
  6. e) Menurunkan angka kemiskinan 10% per tahun.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Ketenagakerjaan
  2. a) Memetakan jumlah pengangguran di setiap desa.
  3. b) Meningkatkan sarana dan prasarana pelatihan ketrampilan secara profesional.
  4. c) Bekerjasama dengan pihak swasta, BUMD atau Bumdes dalam menyediakan tenaga siap kerja.
  5. d) Meningkatkan kualitas, pelayanan dan perlindungan terhadap buruh migran Indramayu.
  6. e) Memfasilitasi lapangan kerja baru sebanyak 25.000 orang untuk pekerja lokal.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
  2. a) Memetakan fasilitas jalan, jembatan dan irigasi.
  3. b) Memprioritaskan perbaikan jalan, irigasi dan drainase yang rusak parah.
  4. c) Membangun jembatan penghubung antar desa.
  5. d) Peningkatan kualitas jalan termasuk dengan mengganti dari aspal/beton menjadi paving ton.
  6. e) Meningkatkan kualitas infrastruktur.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang PSDA Tambang dan Energi
  2. a) Memetakan aliran sungai yang dikelola oleh pihak BBWS.
  3. b) Memetakan sumber-sumber tambang dan energi yang ada di Indramayu dan dikelola secara profesional untuk meningkatkan Pendapatan Asli

Daerah (PAD).

  1. c) Meningkatkan dan memperbaiki saluran air dan pintu air irigasi, memberantas mafia air bekerjasama dengan pihak aparat penegak

hukum.

  1. d) Memfasilitasi jaringan gas rumah tangga dan industri.
  2. e) Mampu meningkat

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
  2. a) Memetakan kondisi pemberdayaan perempuan.
  3. b) Menyusun kebijakan strategis jaminan perlindungan perempuan.
  4. c) Berperan aktif meningkatkan kualitas keagaman dan pendidikan.
  5. d) Mengoptimalkan kesetaraan peran aktif perempuan.
  6. e) Mampu mewujudkan keluarga yang harmonis.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Ketahanan Pangan
  2. a) Memetakan potensi lahan desa.
  3. b) Menentukan kebijakan strategis dalam pendayagunaan potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM).
  4. c) Memfasilitasi pemasaran dan logistik hasil produksi dengan mensinergikan BUMD, BUMDes serta pihak swasta.
  5. d) Menjamin ketersediaan pangan dengan membuat lumbung desa yang dikelola oleh BUMDes.
  6. e) Mampu menciptakan swasembada pangan dan ketahanan pangan baik di tingkat lokal maupun regional.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
  2. a) Memetakan pola pemilihan kuwu/kepala desa.
  3. b) Membuat kebijakan strategis pola rekruitmen, pelatihan, pemilihan kuwu dan perangkat desa yang sehat.
  4. c) Melalukan pola pemberdayaan masyarakat dengan mengedepankan peran serta lembaga ke masyarakat desa.
  5. d) Melakukan pelatihan e-government kepada aparatur desa.
  6. e) Menghasilkan kepala desa dan aparatur desa yang amanah dan profesional sehingga mampu memberikan pelayanan optimal kepada

masyarakat desa secara baik dan benar.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Kominfo
  2. a) Memetakan sistem komunikasi dan informasi kepada masyarakat.
  3. b) Menentukan kebijakan strategis terkait keterbukaan informasi yang terintegrasi.
  4. c) Melaksanakan e-Government dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.
  5. d) Membentuk media televisi lokal dan portal channel untuk kegiatan promosi dan publikasi informasi daerah.
  6. e) Mampu meningkatkan image positif kabupaten Indramayu.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang BUMD
  2. a) Memetakan kinerja BUMD dan merestrukturisasi kelembagaan.
  3. b) Menentukan kebijakan strategis bisnis utama dan target revenue (hasil usaha) yang bernilai profit (profitable).
  4. c) Mensinergikan BUMD, BUMDes dan pihak swasta.
  5. d) Membuat sistem terintegrasi dan transparan.
  6. e) Menyerap tenaga kerja sebanyak 10.000 orang dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
  7. Lima Langkah Strategis Bidang BUMDes
  8. a) Memetakan potensi desa untuk dijadikan usaha dan bisnis utama.
  9. b) Bersinergi dan menginduk dengan BUMD sehingga menjadi satu kekuatan besar dalam bisnis jaringan distribusi, pemasaran dan produksi.
  10. c) Bekerjasama dengan pihak perbankan dan pihak swasta dalam hal permodalan untuk memfasilitasi usaha kecil masyarakat desa.
  11. d) Menentukan kebijakan strategis bisnis utama dan target revenue yang bernilai profit.
  12. e) Mampu menjadi motor penggerak percepatan pertumbuhan ekonomi desa dan penyerapan tenaga kerja desa.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Kepegawaian dan pengembangan SDM
  2. a) Memetakan pola kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dan jenjang karir birokrasi.
  3. b) Menyusun dan menentukan kebijakan strategis tentang kualitas dan kapabilitas sesuai bidang dan potensi personal.
  4. c) Menghilangkan praktek-praktek jual-beli jabatan.
  5. d) Menerapkan aturan yang benar sesuai standar karir yang sudah ditentukan pemerintah.
  6. e) Menghasilkan pejabat-pejabat publik yang amanah dan profesional.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Keuangan Daerah
  2. a) Memetakan asset daerah, bidang usaha, kontirbusi pajak.
  3. b) Menyusun langkah-langkah strategis untuk menginventaris dan mengembalikan asset daerah yang dikuasai oleh pihak ketiga, meningkatkan PAD.
  4. c) Pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan daerah sehingga meminimalisir atau prosentase penyelamatan

keuangan daerah.

  1. d) Sinergitas kebijakan keuangan daerah dengan Provinsi dan Pemerintah Pusat.
  2. e) Meningkatkan PAD 10% per tahun.

 

  1. Lima Langkah Strategis Bidang Inspektorat
  2. a) Memetakan permasalahan yang dihadapi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).
  3. b) Menyusun langkah langkah strategis untuk meningkatkan pengawasan terhadap rekruitmen pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator

dan pejabat pengawas untuk melakukan reformasi birokrasi.

  1. c) Penguatan peran dan kapasitas inspektorat selaku Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) dan melakukan koordinasi pencegahan

tindak pidana korupsi.

  1. d) Reward dan punishmen dilakukan secara profesional dan porposional.
  2. e) Menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. Kami meminta dukungan kepada seluruh masyarakat Indramayu. Melalui visi misi yang kami buat tidak lain untuk kesejateraan masyarakat Indramayu. (jml)

News Feed