oleh

Padi Organik, Inovasi Petani Tingkatkan Produktivitas

-Indramayu-196 views

INDRAMAYU– Kabupaten Indramayu, salah satu produsen padi menjadi tumpuan 42 juta penduduk di Jawa Barat. Rata-rata kebutuhan pangan 128,5 kg per kapita, sehingga membutuhkan setidaknya 6.486 juta ton padi.  “Berbagai inovasi harus dilakukan petani agar dapat menjaga dan meningkatkan hasil produktivitas padi,” kata Kadistan Provinsi Jabar, Ir Dadan Hidayat MM.

Dikatakan, dalam menunjang kebutuhan pangan nasional khususnya di Jawa Barat, Kabupaten Indramayu telah lama jadi lumbung pangan. Sehingga peranan petani sangat dibutuhkan, untuk menjaga ketersediaan pangan.

“Untuk menjaga ketersediaan pangan dibutuhkan inovasi dari penggiat pertanian bagaimana cara meningkatkan produktivitas, yaitu inovasi dari segi penggunaan pupuk,” katanya.

Dadan mendukung pengembangan tanaman padi organik di Indramayu tanpa tergantung pada penggunaan pupuk sintetis. “Pupuk organik bisa digunakan untuk mengembalikan kesuburan tanah, serta menghasilkan beras yang sehat untuk dikonsumsi,” katanya.

Dari lahan seluas 4.000 hektare di Kecamatan Jatibarang baru sekiatar 42 hektare yang mendapat sertifikat organik dari lembaga sertifikat organik internasional. Hal ini menandakan masih banyak petani di Jatibarang atau di Kabupaten Indramayu yang masih menjadi petani konvensional.

“Masih banyak yang memakai pupuk sintetis dan pestisida kimia untuk membasmi hama. Padahal, kedua jenis bahan tersebut tidak hanya berbahaya bagi lingkungan, tapi bagi petani sendiri,” katanya.

Sementara itu, penggiat petani organik Kecamatan Jatibarang, Ayi Sumarna SP menuturkan, teknologi inovasi penggunaan pupuk hayati/organiksalah satu upaya peningkatan produksi. Bisa dijadikan solusi  untuk mengganti pupuk sintetis atau kimia yang berbahaya bagi kesahatan. “Dari segi perekonomian petani juga diuntungkan. Harga beras lebih tinggi. Serta dari segi pengeluaran, kebutuhan pupuk lebih rendah, kesejahteraan petani bisa terangkat,” ujarnya. (oni)

 

News Feed