oleh

Melihat Tradisi Pembuatan Bubur Suro di Desa Kongsijaya

-Indramayu-216 views

Libatkan Kaum Hawa, Dibagikan Bubur Suro ke Seluruh Warga Desa Kongsijaya. Pesatnya kemajuan zaman, tidak membuat masyarakat di Indramayu meninggalkan tradisi lokal yang telah berabad-abad dilakukan para leluhurnya. Salah satunya, tradisi membuat bubur suro.

ANANG SYAHRONI, Widasari

SEJUMLAH kaum hawa tampak ceria membolak-balik adonan. Ya, mereka itu tengah membuat adonan bubur suro di Halaman Kantor Kuwu Desa Kongsijaya Kecamatan Widasari.

Setiap awal tahun baru Islam (Hijriah), masyarakat setempat selalu mempertahankan tradisi membuat bubur suro. Kuwu setempat, tetap mempertahankan tradisi itu dengan melibatkan kaum hawa dari berbagai usia.

Salah seorang warga, Hj Dewi mengatakan, pembuatan bubur suro adalah tradisi yang secara turun temurun tetap dipertahankan masyarakatnya. Menurutnya, banyak makna yang terkandung dalam proses pembuatan bubur yang melibatkan semua orang dan dibagikan kepada penduduk desa.

“Ini merupakan khazanah tradisi masyarakat jawa, bubur suro yang menggunakan berbagai macam hasil bumi, dan cara pembuatannya melibatkan banyak orang. Bubur suro bukan sebatas sebagai ungkapan syukur masyarakat desa, tetapi terdapat makna sosial di dalamnya,” ujarnya.

Dijelaskanya, dalam proses pembuatan tidak melibatkan satu orang, tetapi banyak orang. Karena proses pembuatan bubur harus diaduk selama satu jam oleh 3 sampai 4 orang.

“Dalam pembuatan adonan bubur ini mengajarkan kehidupan harus saling membantu, dan bubur yang dibagikan ke masyarakat desa, bisa diartikan saling peduli terhadap nasib masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Saniah mengatakan, proses pembuatan bubur suro setiap tahun diadakan. Menurutnya, pembuatan bubur suro ini dapat menjalin hubungan antara masyarakat, karena warga secara bersama-sama membantu proses pembuatan, dan dibagikan akan terjadinya komunikasi antar warga. “Tradisi umat Islam di Jawa ini memiliki makna yang sangat dalam seperti gotong royong, saling membantu dan peduli,” ujarnya. (*)

 

News Feed