oleh

KPU Tak Mampu Rangkul Wartawan Untuk Sukseskan Pilkada

INDRAMAYU – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Indramayu, Agung Nugroho,  menyesalkan insiden yang terjadi antara Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Kabupaten Indramayu dengan sejumlah wartawan, saat melakukan peliputan pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati (Balonbup-Balonwabup), Minggu (6/9). Ia menilai kericuhan tidak perlu terjadi, jika sejak awal terbangun komunikasi yang baik antara KPU Kabupaten Indramayu dengan awak media.

“Kami sangat menyesalkan kenapa gesekan ini bisa terjadi. Kalau sejak awal mereka (KPU Indramayu, red) mampu membangun komunikasi yang baik dengan rekan-rekan jurnalis, peristiwa seperti kemarin tentu tidak perlu terjadi”, ujar Ketua PWI Perwakilan Indramayu, Agung Nugroho, Selasa (8/9).

Dikatakannya, sebagai lembaga publik yang memiliki tugas strategis dalam penyelenggaraan pilkada, KPU Kabupaten Indramayu seharusnya menjadikan wartawan sebagai salah satu mitra kerja. Sehingga seluruh proses tahapan pilkada, bisa disosialisasikan kepada masyarakat dengan optimal.

“Tapi kalau saya perhatikan, ada jarak pemisah yang memang sengaja dibangun KPU Indramayu. Dan itu yang dikeluhkan rekan-rekan wartawan, yang sedari awal merasa kesulitan untuk mengakses informasi seputar pilkada di KPU Indramayu”, imbuhnya.

Ia bahkan menilai KPU Kabupaten Indramayu cenderung abai dan kurang akomodatif dengan para pewarta. Hal ini bisa dilihat dari minimnya peran media, yang turut menyosialisasikan proses dan tahapan pilkada 2020.

“Toh wibawa KPU Indramayu tidak akan menjadi rendah, hanya karena memberi ruang lebih bagi wartawan. Jadi tidak salah juga, jika KPU Indramayu mau menggandeng dan melibatkan wartawan sebagai mitra kerjanya”, tandasnya.

Terlebih di masa pandemi Covid-19, KPU Kabupaten Indramayu seharusnya mampu merangkul seluruh kalangan, termasuk para pekerja media. Sehingga harapan sebuah pilkada yang jujur, adil, fair dan demokratis, akan bisa diwujudkan sebagaimana cita-cita bersama masyarakat Kabupaten Indramayu.

“Kami sangat paham dan maklum betapa tidak mudah menggelar pilkada di masa pandemi, dengan selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Namun itu juga tidak bisa dijadikan alasan, KPU Indramayu menjadi abai dan kurang akomodatif kepada awak media”,tegasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Indramayu Tomi Indra. Ia menyayangkan sikap Ketua KPU Indramayu yang dinilai arogan dan tidak menghormati tugas jurnalis di lapangan.”Selama berlangsungnya pilkada tidak pernah terjadi. Ketua KPU Tomi, dinilai tidak profesional dan kurang paham tentang tugas jurnalis,”pumgkas Tomi seraya meminta ketua KPU meminta maaf kepada para wartawan dan atas perbuatannya yang menghalang halangi tugas wartawan bisa dipidanakan. (Jml)

News Feed