oleh

AKSI Ancam Blokir Pantura

INDRAMAYU – Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu, (AKSI) menyambangi gudang lini III PT Pupuk Kujang yang terletak di tepi jalur Pantura Desa Sumuradem Timur, Kecamatan Sukra. Kedatangan mereka, menindaklanjuti aksi para kuwu dari sejumlah kecamatan di Eks Kawedanan Haurgeulis.

Kedatangan para kuwu dan pengurus AKSI diterima General manajer Pemasaran dan penjualan PT Pupuk Kujang, Fikri Martawisuda dan Account Eksekutif area Indramayu, Hendra Permana.

Di hadapan manajemen Pupuk Kujang, Ketua AKSI Kabupaten Indramayu, Tarkani mempertanyakan pendistrisbusian pupuk. Karena fakta di lapangan pupuk bersubsidi tidak ada di pasaran. Sementara petani sangat membutuhkan, mengingat saat ini disebagian wilayah Kabupaten Indramayu, memasuki masa tanam gadu.

Tarkani mendesak PT Pupuk Kujang segera menyalurkan pupuk ke petani. Bahkan, mengancam akan melakukan aksi memblokir jalur pantura bersama petani, jika dalam waktu tiga hari kedepan pupuk tidak didistribusikan.

“Kalau sampai hari Senin besok tidak ada distribusi pupuk, kami 300 kuwu akan memblokir jalur pantura. Tidak hanya kuwu, tapi kami akan melibatkan petani ikut dalam aksi. Kalau satu desa membawa 10 orang petani, maka jumlah massa yang aksi nanti sebanyak 3.000 orang,” ancam Tarkani.

Sekretaris umum AKSi, Wartono, menyayangkan, ketika Kabupaten Indramayu yang merupakan daerah penghasil pangan nasional tidak didukung dengan ketersediaan pupuk yang memadai. Wartono berharap masalah kelangkaan pupuk segera dicarikan solusinya. Pemerintah bersama stakeholder secepatnya membantu kesulitan para petani.

Menanggapi tuntutan AKSI, General Manajer Pemasaran dan penjualan PT Pupuk Kujang, Fikri Martawisuda mengatakan, pihaknya akan menyalurkan sesegera mungkin pupuk untuk kebutuhan para petani jika permintaan pupuk disetujui oleh dinas terkait.

“Kalau dinas menyetujui sebenarnya sudah bisa. Harapan kami juga kalau ini urgen, ya harus segera disalurkan. Yang jelas kami akan support kebutuhan petani,” ungkapnya.

Fikri menepis adanya isu terjadi kelangkaan pupuk. Dikatakannya, PT Pupuk Kujang sudah menyalurkan pupuk sesuai alokasi dan berdasarkan RDKK yang ditentukan. Untuk kuota Kabupaten Indramayu, menurut Fikri sebenarnya sudah habis. Sebagai upaya mengantisipasi kekurangan pupuk, saat ini Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Pemprov Jawa Barat telah mengajukan penambahan alokasi ke Kementerian Pertanian, dan kini sedang dalam proses.

“Sesuai regulasi, bahwa kami hanya boleh menyalurkan pupuk sesua alokasi berdasarkan RDKK. Kami juga berharap mudah mudahan secepatnya ada tambahan atau realokasi untuk Indramayu. Agar petani bisa segera mendapatkan pupuk subsidi,” ujarnya.

Fikri menjelaskan, sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) di Kabupaten Indramayu, terupdate 51 ribu ton. Sementara untuk alokasi yang sudah ada atau tersedia 40 ribu ton. Setelah mengetahui kondisi saat ini, untuk Kabupaten Indramayu diusahakan akan ada tambahan kuota. (kom)

 

News Feed