oleh

Yance Menanamkan Ruh Islam di Tengah Masyarakat

Tidak terasa sudah tiga hari wafatnya mantan Bupati Dr H Irinto MS Syafiuddin alias H Yance. Dzikir dan tahlil dilaksanakan di kediaman almarhum Blok Randu Gede Jalan Letnan Sutedjo No 20 Kelurahan Margadadi Indramayu.

Adun Sastra, Indramayu

RIBUAN masyarakat dari pelosok desa di Kabupaten Indramayu memadati di kediaman almarhum. Rasa kehilangan masyarakat benar-benar tampak terlihat dengan membludaknya jamaah tahlil.

Jamaah tahlil menghadap ke tempat pemakaman almarhum yang kebetulan dimakamkan tempat di belakang rumah. Konon katanya semasa hidup, suami dari Bupati Hj Anna Sophanah, pernah berpesan. Ia meminta apabila wafat supaya dimakamkan di belakang rumahnya.

Selaku pemimpin tahlil adalah KH Abdul Rosyid yang semasa hidup almarhum selalu mendampingi. Sebelum acara tahlil dimulai, Pengasuh Ponpes Darul Falah Singaraja KH Syaerozi Bilal Ilyas menyampaikan tausiyah di hadapan ribuan jamaah tahlil.

Kiyai kharismatik sebut kebijakan almarhum selama dua periode memimpin Indramayu telah menanamkan ruh Islam di tengah masyarakat di Kabupaten Indramayu

“Almarhum H Yance adalah sosok pemimpin yang menanamkan ruh Islam di Kabupaten Indramayu. Beliau benar-benar menerapkan visi Remaja yaitu poin religiusl yang selalu di kedepankan. Bahkan, almarhum ketika itu ngotot bahwa syariat Islam ingin dijalankan di Kota Mangga.

Ketiaka itu saya memberikan masukan kepada almarhum agar tidak gegabah dalam menerapkan syariat Islam. Sebab, kata Syaerozi, di sejumlah kabupaten yang telah memberlakukan syariat Islam itu tidak kuat dan mengalami kemajemukan.

Sehingga Pak Yance, menerima saran dari para ulama dalam menegakan ruh Islam tak harus prontal. Melalui penanaman ruh Islam di tengah masyarakat juga sudah sangat luar biasa.

Lebih lanjut, kiyai khrismatik Bumi Wiralodra itu menyebutkan misalnya peraturan Daerah (Perda) membaca Al Qur’an 15 menit bagi pegawai dan pelajar sebelum belajar di lingkungan pendidikan. Ruh Islam betul-betul ditanamkan oleh masyarakatm

“Membaca Al Qur’an setiap sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) itu benar-benar program yang luar biasa dan sangat kita apresiasi di kalangan tokoh ulama,” imbuhnya di sela-sela acara tahlil.

Untuk diketahui, perda wajib belajar anak SD Usia Kelas 3 di Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA), serta wajib menggunakan hijab bagi Muslimah di seluruh kantor Dinas Kabupaten Indramayu adalah beberapa program yang merupakan bagian dari visi Religius dan sudah masuk dalam penanaman ruh Islam.”Kami bangga dengan kebijakan almarhum selama menjabat bupati itu selalu mengedepankan ruh Islam di tengah masyarakat.

News Feed