oleh

Mengenang Perjuangan Mantan Bupati H Yance Semasa Hidup

-Headline, Indramayu-1.932 views

Meninggalnya mantan Bupati Indramayu Dr H Irianto MS Syafiuddin, bukan hanya menyisakan duka bagi keluargnaya. Bahkan, masyarakat Indramayu benar-benar merasa kehilangan dengan Bapak Pembangunan Indramayu.

Adun Sastra, Indramayu

POLITISI yang lebih akrab disapa dengan sebutan Kang Yance ini lahir di Ambon, Maluku pada 27 November 1955 silam. Meskipun lahir di Ambon, beliau adalah Wong Dermayu asli. Anak bungsu dari 14 bersaudara, buah hati dari pasangan H Mursyid Ibnu Syafiuddin dan Hj Nyi Iyeng.

Tidak banyak orang yang tahu, nama Irianto itu maksudnya akronim dari “Irian to Ambon”. Saat ayahnya melakukan perjalanan dinas dalam rangka mengemban tugas negara. Adapun panggilan ‘Yance’ adalah logat orang Ambon yang dalam nama Indramayu yang dimaksud Yanto.

Ia menikah dengan Hj Anna Sophanah mantan Bupati Indramayu periode 2010-2020, dan dikaruniai 3 orang anak Dinny Yuniarti Syafiyana, Daniel Muttaqien Syafiuddin, dan Deani Iyeng Syafiyana.

Segudang pengalaman berorganisasi dan kiprahnya di dunia politik pernah dia torehkan sepanjang karir kehidupannya. Sehingga beliau menjadi salah satu tokoh panutan yang disegani baik di Kabupaten Indramayu hingga Jawa Barat. Bahkan, boleh dibilang juga berperan penting di kancah nasional.

Di era reformasi tahun 1998, Yance mulai memasuki dunia politik dengan menginjakkan pondasi karirnya di posisi Wakil Ketua Partai Golkar Indramayu. Beliau berkesempatan menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu pada tahun 2004-2009.

Pada saat yang sama dipilih oleh rakyat Indramayu menjadi bupati Indramayu dua periode 2000-2005 dan 2005-2010. Karir politiknya terus meroket hingga diberikan amanat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat tahun 2009-2016, dan juga Wakil Ketua DPRD Jawa Barat tahun 2014 – 2019.

Puluhan penghargaan level nasional pernah beliau raih selama menjabat sebagai bupati Indramayu. Dua diantaranya adalah Anugerah lencana dari Menteri Agama atas perhatiannya terhadap Pengembangan Tilawah Alquran dan Dakwah Islamiyah tahun 2004 dan Anugerah Peniti Emas dan Piagam Penghargaan Bidang Pendidikan Keagamaan dari Menteri Agama tahun 2009.

Dalam Visi Remaja (Religius, Maju, Mandiri, dan Sejahtera) beliau memasukkan program-programnya seperti memakai jilbab bagi pegawai dan baca Alquran 15 menit di lingkungan pendidikan. Program yang bernuansa religius inilah yang banyak diapresiasi oleh kalangan ulama.

Di bidang keagamaan menjadi prioritas utama selama priode pertama H Yance memimpin. Bakan, ia merupakan kepala daerah di Indonesia yang berani membuat peraturan daerah (perda) larangan minuman beralkohol (mihol  di Bumi Wiralodra. Akibat kebijakannya yang melawan aturan yang lebih tinggi, H Yance juga mendapat perlawanan oleh para mafia mihol di Indonesia.

Bahkan, perda larangan minuman beralkohol (mihol) sempat diajukan ke MK oleh sekelompok orang yang tidak suka. Karena dukungan para ulama, H Yance berhasil mempertahankan perda larangan mihol dan kebutusannya memenangkan Perda larangan mihol di Indramayu.

Saking beraninya dalam menegakan ajaran Islam, Yance medapat pujian dari Imam Besar Habib Rizieq. Bahkan, ia merasa bangga dengan sosok kepemipinan Yance yang berani melawan kemunkaran. Salah satunya melarang  peredaran minuman keras di Indramayu.

Sebagai bukti dukungannya kepada Yance, Habib Rizieq hadir saat Yance mencalonkan diri sebagai calon gubernur Jabar. Beliau hadir saat Yance melakukan pertemuan dengan para ulama dan pendukungnya di Kabulaten Tasikmalaya. Bahkan ia menyampaikan di hadapan ulama bahwa sosok Yance adalah pemimpin yang berjuang untuk penegakan hukum Islam. Kebetulan, saat itu kami ikut menyaksikan langsung di lapangan. (*)

News Feed