oleh

Warga Desa Sukaurip Budidaya Jamur Tiram

INDRAMAYU – Warga Desa Sukaurip Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu mengembangkan budidaya Jamur Tiram. Kegiatan yang dilakukan sejak 2014 ini ternyata mendapat sambutan dari masyarakat. Mereka yang tergabung dalam Kelompok Sukaurip Jamur Tiram (Sujati) bangga bisa ikut program ini.

“Budidaya jamur tiram Kelompok Sujati ini terus berkembang berkat dukungan Pertamina RU-VI Balongan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR),” kata Toto, Ketua Kelompok Sujati kepada Radar.

Budidaya Jamur Tiram memang memiliki prospek cerah dan mudah dilakukan. Apalagi manfaatnya sangat baik untuk kesehatan tubuh. Di antaranya menurunkan kolesterol, menurunkan gula darah, mencegah anemia, mencegah kanker, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menurunkan berat badan.

Tahapan budidaya jamur tiram juga cukup mudah. Pertama adalah pembuatan bibit. Ini merupakan proses terpenting budidaya jamur. Bibit yang baik akan menentukan kualitas jamur.

Tahapan berikutnya pembuatan baglog. Baglog merupakan wadah tanam tempat meletakkan bibit jamur. Umumnya baglog menyerupai tabung karena menyesuaikan dengan bentuk plastic pembungkusnya. Komposisi baglog terdiri dari serbuk kayu yang mudah lapuk, dedak, pupuk kompos, kapur serta air.

Tahapan ketiga adalah sterilisasi. Sebelum ditanami bibit jamur, media tanam disterilisasi agar bersih dari mirkroba lain. Proses pengukusan yang baik dilakukan pada suhu 100 derajat Celsius, selama 6-8 jam. Setelah media tanam disterilisasi, dilanjutkan dengan tahapan pembibitan.

Media baglog yang sudah steril cukup diberi bibit sebar sebanyak 5-10 gram per baglog, agar hasil panen lebih ekonomis. Setelah diberi bibit, miselia jamur akan tumbuh dan memutih selama 6-8 minggu.

Budidaya Jamur Tiram juga membutuhkan kondisi lingkungan yang lembab. Ruangan khusus dibutuhkan karena jamur tiram hanya dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal dalam ruangan yang sejuk. Jadi harus tersedia termometer untuk memantau perkembangan suhu ruangan. Kelembaban juga harus tetap terjaga dengan cara menyiram secara rutin dan berkala.

Tahapan terakhir adalah penumbuhan dan panen. Setelah baglog menjadi putih, plastic media sudah dapat dibuka dan ditumbuhkan tubuh buah. Setiap baglog dapat dipanen 3-5 kali. Jamur Tiram yang telah dipanen untuk sementara dijual di kawasan local serta dibuat olahan jamur. Olahan jamur ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual Jamur Tiram. (oet)

News Feed