oleh

Pemdes Tegal Sembadra Klarifikasi Kisruh KPM BST

Pemdes Tegal Sembadra Klarifikasi Kisruh KPM BST

INDRAMAYU – Pemerintah Desa Tegal Sembadra Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu melakukan klarifikasi terkait protes warga tentang pengalihan Bantuan Sosial Tunai (BST) terdampak Covid-19. Menurut Kuwu Tegal Sembadra, Effen Effendy, kebijakan diambil setelah dilakukan musyawarah dan mencapai kesepakatan berbagai pihak.

“Terkait kebijakan itu, Pemdes telah mendata satu persatu, menyeleksi, mengajukan data dan memperjuangkan nama-nama yang dianggap layak sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dan itu adalah hasil kesepakatan bersama dengan penerima manfaat dan ketua kelompok tani. Tidak semata-mata diambil dengan kebijakan yang semena-mena”, tuturnya kepada Radar Indramayu, Selasa (11/8).

Disebutkannya, Pemdes Tegal Sembadra selalu terbuka dan kebijakan yang diambil merupakan atas mufakat antar pihak. Bahkan salah satu perangkat desa juga turut melakukan pendampingan untuk membantu KPM saat penerimaan BST di Kantor Pos Indramayu senilai Rp1,8 juta untuk 3 bulan sekaligus.

“Adapun soal pengalihan itu karena ada 30 dari 135 nama KPM BST yang memiliki data ganda. Maksudnya adalah 30 nama tersebut sudah mendapatkan bantuan dari sumber bantuan yang lain. Jadi kami mengambil kebijakan untuk mengajukan 30 nama baru, bagi keluarga yang belum mendapatkan bantuan dari sumber bantuan mana pun”, jelasnya.

Dijelaskan lebih lanjut, ada sedikit ketegangan dari masyarakat berdata ganda yang protes dan tidak bersedia mengambil BST-nya di Kantor Pos. sehingga Pemdes mengambil kebijakan untuk mengambil BST tersebut, untuk diberikan kepada warga yang belum mendapatkan bantuan.

“Saya memiliki bukti surat persetujuan resmi dari kedua belah pihak, baik dari 30 KPM BST berdata ganda, maupun 30 orang yang mendapatkan peralihan hak KPM BST dengan tanda tangan diatas materai,” pungkasnyanya.

Untuk diketahui, BST buruh tani tersebut merupakan hasil pendataan dari kelompok tani atas instruksi dari Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu. Data tersebut telah diajukan sejak April 2020 silam. (Jml/Adv)

News Feed