oleh

Fasilitasi PJJ Siswa Tak Mampu, Koramil 1609 Juntinyuat Sediakan Wifi Gratis*

INDRAMAYU – Koramil 1609/Juntinyuat Indramayu, menyediakan jaringan internet gratis bagi pelajar dalam melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi siswa, khususnya dari kalangan keluarga kurang mampu untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring (dalam jaringan) di masa pandemi Covid-19.

Seperti yang terpantau di halaman Makoramil 1609/Juntinyuat, Senin (10/7). Sejumlah siswa tampak tengah melaksanakan KBM secara daring. Dibimbing oleh anggota Koramil 1609/Juntinyuat, mereka dengan seksama mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru di sekolah masing-masing.

Danramil 1609/Juntinyuat, Kapten Inf H Nariman didampingi Bati Tuud Koramil 1609/Juntinyuat Pelda Sudiyono menjelaskan, selain merupakan perintah komando atas, penyediaan wifi gratis bagi pelajar dilakukan untuk mengurangi beban masyarakat, khususnya kalangan keluarga kurang mampu yang sangat terdampak dari pandemi Covid-19.

“Banyak suara masyarakat yang mengeluh karena harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli kuota internet, agar anak-anak mereka bisa tetap belajar. Dan ini bukti peran nyata TNI, dalam upaya membantu dan sedikit mengurangi beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Selain tentunya berdasarkan perintah dari Komando atas”, jelasnya.

Ditambahkannya, di masa-masa sulit pandemi Covid-19 ini, KBM harus tetap berjalan meskipun harus belajar secara jarak jauh. Sehingga kualitas pendidikan generasi penerus bangsa, tidak tertinggal hanya karena pandemi Covid-19 yang telah banyak merenggut korban jiwa.

“Apa pun yang terjadi, KBM harus tetap berjalan. Karena pendidikan merupakan salah satu dasar yang paling fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan kualitas pendidikan yang baik, diharapkan akan mampu mengubah derajat kehidupan masyarakat yang akan berimbas pada kemajuan bangsa dan negara”, imbuhnya.

Ditegaskannya, dalam memfasilitasi proses KBM, pihaknya tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. Sehingga niat baik untuk menjaga kualitas pendidikan generasi penerus bangsa, tidak menjadi bumerang karena menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di tengah-tengah masyarakat.

“Selain memakai masker, siswa yang menumpang belajar di Makoramil 1609/Juntinyuat harus mencuci tangan dengan menggunakan sabun yang telah disediakan. Mereka pun harus selalu menjaga jarak aman sesuai anjuran dari pemerintah”, tegasnya.

Sementara itu, kegiatan yang dilaksanakan Koramil 1609/Juntinyuat direspon sangat antusias oleh warga. Salah satunya adalah Cahyadi (40), warga Desa Juntikebon Kecamatan Juntinyuat. Menurutnya, apa yang dilakukan Koramil 1609/Juntinyuat merupakan langkah nyata peran TNI dalam mengurangi kesulitan yang dialami masyarakat akibat pandemi Covid-19.

“Saya punya dua anak yang tengah bersekolah. Yang satu Kelas dua SMP dan yang satunya lagi kelas 5 SD. Kalau masing-masing membutuhkan biaya biaya kuota internet Rp100 ribu dalam satu bulan, maka saya harus mengeluarkan biaya ekstra hingga Rp200 ribu hanya untuk membeli kuota internet”, ungkapnya.

Ia pun berharap, kuota gratis bagi siswa yang kesulitan belajar secara daring bisa terus disediakan oleh 1609/Juntinyuat, hingga kondisi kembali normal. Sehingga masyarakat tidak semakin terbebani dengan kehidupan yang semakin sulit, imbas pandemi Covid-19.

“Terima kasih TNI, terima kasih Koramil 1609/Juntinyuat. Ini merupakan bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Karena TNI memang lahir dari rahim rakyat. Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat’, pungkasnya. (dun)

News Feed