oleh

Pemkab Indramayu Miliki Mobil Lab PCR, Hasil Swab Bisa Langsung Diketahui

Jumlah pasien positif covid-19 di Kabupaten Indramayu sudah mencapai angka 50. Berbagai upaya pun gencar dilakukan. Mulai dari razia masker, penerepan protokol kesehatan, hingga pengadaan sarana dan prasarana pendukung. Yang terbaru adalah keberadaan mobil Lab PCR. Seperti apakah?

UTOYO PRIE ACHDI, Indramayu

KABUPATEN Indramayu termasuk beruntung. Karena saat ini memiliki 1 unit kendaraan laboratorium yang digunakan untuk uji sampel PCR  (tes swab) secara cepat. Ini merupakan hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)/Satgas Nasional Covid-19.

Serah terima kendaraan tersebut dilaksanakan Rabu (29/07) di halaman Pendopo Indramayu, dari Tim Pakar Satgas Nasional Covid-19 Prof dr HM Naseer kepada Plt Bupati Indramayu H Taufik Hidayat SH MSi.

Taufik Hidayat menjelaskan, dengan adanya mobil laboratorium (Lab) PCR ini maka proses uji laboratorium terhadap sampel swab tidak harus menunggu lama seperti yang dulu-dulu. Namun hasilnya bisa dikeluarkan pada hari itu juga sehingga membantu proses tracing dan lainnya.

“Sebelumnya sampel swab ini kita kirimkan ke Labkesda Provinsi Jawa Barat dan kita harus menunggu 2 sampai 3 minggu. Namun kini dengan kita mempunyai kendaraan laboratorium ini bisa lebih cepat hasilnya,” tegas Taufik.

Ditambahkan Taufik, kendaraan laboratorium PCR ini mampu untuk melakukan uji sampel swab sebanyak 300 orang per hari. Dengan demikian target untuk melakukan sampel sebanyak 18.500 orang atau 1% dari populasi/jumlah penduduk Indramayu yang mencapai 1,8 juta orang optimis akan tercapai.

Kendaraan ini akan mulai dioperasikan pada hari Senin mendatang dengan terlebih dahulu memberikan pelatihan kepada para petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu. “Insya Allah hari Senin kita operasikan, dan sekarang kita tengah latih dan persiapkan para petugasnya. Kendaraan ini sebagai upaya kita untuk mempercepat proses deteksi terhadap penyebaran Covid-19 di Kabupaten Indramayu,” kata Taufik, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Indramayu, dr Deden Boni Koswara. (*)

News Feed