oleh

Kedua Kubu Partai Golkar Nyaris Bentrok, Polres Ambil Alih Kuasi Kantor Golkar

INDRAMAYU – Kisruh DPD II Partai Golkar Kabupaten Indramayu kian memanas. Kedua kelompok pendukung pro musyawarah daerah (musda) dan tidak memgakui hasil musda nyaris bentrok di halaman Kantor DPD Partai Golkar, Jumat (25/7).

Pantauan di lapangan, puluhan kelompok yang tidak mengakui hasil musda dan tetap berpedoman kepada SK kepengurusan baru yang dikeluarkan DPD I Provinsi Jabar itu berusaha masuk ke dalam ruangan. Namun mereka di halang_halangi oleh petugas Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) yang pro hasil musda.

Suasana pun semakin memanas setelah kantor DPD Golkar dipaksa dibuka oleh kepengurusan yang baru dengan Plt Sekretaris Partai Golkar Hilal Hilmawan. Suasana pun mulai mendingin setelah Ketua MPC PP H Daniel Mutaqien ST menenangkan massa dan dari Polres Indramayu langsung mendatangi lokasi.

“Sebenarnya saya beserta kader Partai Golkar hanya berkunjung ingin melakukan aktivitas biasa saja, seperti kader-kader yang lainnya melakukan kegiatan di Sekretariat DPD Partai Golkar. Karena ini rumah kita bersama. Apalagi saya sudah mendapatkan Surat Keputusan baik dari DPP maupun DPD Provinsi. Jadi, saya beraktivitas di rumah sendiri,” ujar H Daniel Mutaqien Syafiuddin yang saat ini tengah menjabat sebagai Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar itu.

Terkait dengan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu, berdasarkan pengakuan dari Pengurus DPD Golkar Provinsi Jawa Barat, Daniel menilai hasil Musda yang memenangkan H Syaefuddin sebagai ketua terpilih secara aklamasi kemarin tidak sah.

“Iya, saya mendapatkan informasi dari Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat tentang keabsahan hasil Musda kemarin itu tidak sah. Karena perwakilan dari DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat tidak ada yang hadir menyaksikan secara langsung gelaran Musda tersebut,” tandas Daniel kepada wartawan.

Situasi sempat tegang akibat pendobrakan secara paksa pintu masuk Sekretariat DPD Partai Golkar Indramayu yang masih dalam keadaan terkunci.

“Tidak, itu hanya miskomunikasi saja. Tadi pas saya mau masuk, kuncinya hilang entah kemana. Jadi, saya buka dengan cara lain. Nanti saya akan ganti yang baru,” tukasnya.

Turun mengamankan di kantor DPP Partai Golkar Indramayu, yakni belasan anggota dari jajaran Polres Indramayu. Khawatir terjadi kerusuhan yang tidak diinginkan.

“Ini adalah konflik internal dari dua kubu kader Golkar yakni kubu Daniel dan Syaefuddin. Pada prinsipnya kita hadir untuk menjaga Kamtibmas lingkungan supaya tetap kondusif di musim Pilkada ini. Selanjutnya kita mengambil tindakan untuk mengamankan sementara Sekretariat DPP Partai Golkar sampai keduanya benar-benar kembali normal,” pungkas Kapolres Indramayu Suhermnto kepada wartawan. (Jml/Mgg)

News Feed