oleh

PPDP Pilkada Mulai Jalani Rapid Test

INDRAMAYU-Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Pilkada Indramayu 2020 mulai menjalani rapid test atau tes cepat Covid-19.

Seperti terpantau di Kecamatan Anjatan, Rabu (8/7). Sebanyak 151 PPDP dari 13 desa mengikuti rapid test atas kerja sama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu.

Menghindari kerumunan massa dalam mengantisipasi penyebaran dan penularan Covid-19 yang masih berlangsung, pelaksanaan rapid test dilakukan di dua lokasi berbeda. Yakni dihalaman UPTD Puskesmas Anjatan dan UPTD Puskesmas Bugis.

“Pelaksanaannya bertahap, direncanakan dua hari tuntas,” kata Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Anjatan, Moh Ridwan Noor kepada Radar, usai memonitor rapid tes bersama jajaran Forkompimcam Anjatan.

Dia berharap, rapid test ini berjalan lancar dan hasilnya non reaktif. Sehingga, jika seluruh PPDP dapat melanjutkan tugasnya dalam kegiatan pemutakhiran data pemilih yang dilangsungkan pada mulai 15 Juli mendatang diawali dengan Gerakan Klik Serentak.

Karena itu, seluruh PPDP harus dipastikan sehat dan tidak reaktif virus corona. Sehingga, masyarakat yang akan didatangi petugas dari rumah ke rumah tidak merasa khawatir.

“Saat turun ke masyarakat nanti, PPDP juga dibekali alat pelindung diri. Mulai dari masker, face shield, sarung tangan serta diharuskan menjaga jarak aman, tidak melakukan kontak fisik dan sebagainya,” terang Ridwan Noor.

Kepala UPTD Puskesmas Anjatan, H Aco Sudiarto SKM MM mengatakan, hari pertama rapid test terhadap 34 PPDP hasilnya non reaktif. Jika ada yang reaktif, maka akan langsung dilakukan tes swab di Labkesda Indramayu.

Sebelumnya, Komisioner KPU Indramayu, Dewi Nurmalasari mengatakan, rapid test bagi sebanyak 3.286 PPDP akan dilaksanakan di puskesmas-puskesmas yang ada di Kabupaten Indramayu mulai 8-10 Juli 2020.

Kegiatan ini sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19 dalam proses tahapan pilkada Indramayu 2020.

Dewi mengatakan, rapid test memang sangat penting bagi penyelenggara pilkada 2020. Karena pelaksanaan pilkada masih berada ditengah-tengah pandemiccovid-19.

Selama proses tahapan pilkada ini, lanjutnya, seluruh petugas dan penyelanggara memang wajib memenuhi protokol kesehatan. Ia berharap hasil rapis test ini negatif atau tidak reaktif.

“Mudah-mudahan saja hasilnya negatif semua, sehingga tidak mengganggu tahapan pelaksanaan pilkada 2020,” harapnya. (kho)

News Feed