oleh

Pemdes Cipancuh Gelar Lomba Ketahanan Pangan, Beri Hadiah Warga

Desa Cipancuh Kecamatan Haurgeulis dicanangkan sebagai Lembur Tohaga Lodaya. Sebuah program kolaborasi Polri, TNI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu untuk membangun ketahanan pangan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Pemdes Cipancuh bersiasat.

KHOLIL IBRAHIM, Haurgeulis

 

FORUM Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Haurgeulis mencanangkan Lembur Tohaga Lodaya di Blok Sumur Bandung, Desa Caipancuh, Senin (6/7).

Pencanganan ditandai dengan peninjauan ke sejumlah lokasi. Mulai kantor Kuwu Cipancuh yang dijadikan posko pencegahan Covid-19, posko check point, rumah karantina, sekretariat bersama, hingga titik-titik sektor ekonomi unggulan desa itu.

Dalam kesempatan itu, Camat Haurgeulis Rory Firmansyah SSTP MSi, Kapolsek Haurgeulis AKP Warmad, Danramil 1615/Haurgeulis Kapten Inf Nakromin didampingi Kuwu Cipancuh Wawan SIP juga membagikan berbagai hadiah kepada warga yang dinilai berhasil memanfaatkan lahan pekarangan menjadi lebih produktif.

Ada maksud khusus digelarnya lomba bertemakan ketahanan pangan tersebut. “Kita ingin masyarakat terlibat secara aktif dan bersemangat untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri lewat pemanfaatan lahan pekarangan maupun halaman rumah,” terang Kuwu Wawan.

Sejatinya, ungkap Wawan, program ketahananan pangan ini sudah digulirkan oleh Pemdes Cipancuh sejak empat bulan lalu sebelum adanya pandemi Covid-19. Lantaran mayoritas tidak punya kebun, pemdes mendorong warga agar memanfaatkan lahan pekarangan maupun halaman rumah dengan menanam aneka sayuran, palawija maupun tanaman buah.

Aneka bibit, polybag sampai media tanam disiapkan oleh pemdes. Sedangkan penanaman dan pemeliharaannya dilakukan oleh warga secara swadaya dan gotong royong.

Hasil pemanfaatan lahan pekarangan ini mampu mencukupi kebutuhan warga menghadapi masa-masa sulit imbas mewabahnya virus corona.

“Lomba ini akan terus kita laksanakan sebagai bentuk apresiasi dan reward kepada warga untuk bersama-sama mensukseskan program Lembur Tohaga Lodaya. Dengan begitu, warga bisa lebih siaga dalam menghadapi berbagai situasi krisis,” tegas Wawan.

Bukan hanya itu, pemdes bersama warga juga berkomitmen untuk mematuhi protokoler kesehatan sehingga terbiasa dengan pola hidup bersih dan sehat. Diantaranya, menggunakan masker, sosial distancing gemar mencuci tangan dan lainnya.

Sementara itu, Camat Rory Firmansayah mengapresiasi kesiapan dan kekompakan masyarakat Desa Cipancuh yang mampu menghadapi situasi krisis pandemi Covid-19.

Dibentuknya kampung tangguh atau Lembur Tohaga Lodaya agar masyarakat aware  dengan pencegahan penyebaran Covid-19 dan tahap awal memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Pencanangan ini sebagai stimulus menggerakan masyarakat, untuk bersama-sama meningkatkan gotong-royong ketahanan pangan, serta pola gaya hidup sehat di tengah masih berlangsungnya pandemi Covid-19,” ujarnya.

Selain mendorong masyarakat agar terus melakukan pencegahan menghadapi Covid-19, lanjutnya, program itu diharapkan bisa menciptakan masyarakat yang produktif, berinovasi dalam memulihkan kembali perekonomian selama pandemi corona.

“Karena itu kami berharap masyarakat mendukung hadirnya program Lembur Tohaga Lodaya ini. Sebab, dengan mandiri pangan bisa membuat masyarakat sehat dan tetap bisa memperkuat perekonomian,” tandasnya. (*)

News Feed