oleh

Sanggar Tari Topeng Rasinah Tak Pernah Lelah Berbagi dan Berkreasi di Masa Pandemi

Masa pandemi tak menghalangi Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah untuk terus berkreasi. Sanggar yang didirikan sang maestro Tari Topeng, Mimi Rasinah pada tahun 1999 itu tetap berbagi ilmu dan keceriaan di masa pandemi Covid-19. Seperti apakah?

 

UTOYO PRIE ACHDI, Indramayu

SEPERTI yang terlihat Sabtu (27/6) lalu, Sanggar Mimi Rasinah menggelar penampilan apik secara live melalui media sosial Aerli Rasinah Topeng, cucu sang maestro. Dengan mengangkat cerita Tari Topeng Samba dan Tari Topeng Kelana. Penampilan perdana ini telah disaksikan sebanyak 439 viewers dan dibagikan pula oleh pengikut akun Facebook sang Lokal Hero Aerli Rasinah Topeng.

Berbagai dukungan dari viewers pun mengalir pasca pertunjukan, salah satunya dari Gusti Maulana yang menuliskan “Semangat terus mba, salam dari anak-anak BESIK’s”. Beberapa viewers juga merespons positif dengan meminta izin untuk membagikan link pertunjukan.

Rangkaian pertunjukan bertema Geliat Seni bersama Pertamina EP di Masa Pandemi Covid 19 ini, rencananya akan dilakukan selama 10 minggu bertutut-turut dengan mengusung judul yang berbeda setiap minggu nya. “Nanti akan ada 7 pertunjukan yang berkolaborasi dengan beberapa seniman Indramayu lainnya, sedangkan 3 episode rencana kita akan buat tutorial jadi viewers bukan hanya nonton tapi sekaligus belajar,” kata Aerli Rasinah.

Aerli menjelaskan, tujuan dari pelaksanaan Geliat  Seni bersama Pertamina EP di masa pandemi Covid 19 adalah memberikan kontribusi terhadap pengembangan warisan budaya leluhur dan kesenian khas Indramayu melalui media sosial.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memberi wadah bagi para seniman, agar tetap dapat berkarya dan melakukan pertunjukan seni budaya sekalipun di situasi pandemi. Sekaligus mempromosikan seni budaya asli Indramayu kepada masyarakat yang lebih luas lagi.

Hari Widodo, selaku Jatibarang Field Manager Pertamina EP menyampaikan, semua terkena dampak dari Covid ini, namun seni budaya tradisional tetap harus tetap dilestarikan. “Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan kolaborasi ini bisa memberikan semangat para penggiat seni untuk tetap berkarya,” ujar Hari.

Sebelum masa pandemi, sejak tahun 2016 Sanggar Mimi Rasinah memang telah secara rutin mengedukasi siswa dari tingkat Sekolah Dasar hingga tingkat Menengah Atas mengenai wawasan budaya asli Indramayu, tari Topeng, seni gamelan dan kerajinan Topeng. Edukasi ini menjadi salah satu konten muatan lokal di  sekolah-sekolah di Indramayu. Dan mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat penikmat seni.

Di tahun 2017, Mimi Rasinah telah menjangkau 7 sekolah di 7 Desa Kabupaten Indramayu dengan jumlah penerima manfaat langsung sebanyak 65 orang. Hingga tahun 2019 total penerima manfaat langsung mencapai 229 dari 28 sekolah di desa-desa yang merupakan Ring 1 Pertamina EP Jatibarang Field.

Tahun 2020 ini, Sanggar Mimi Rasinah Bersama Pertamina EP Jatibarang Field juga akan berkolaborasi menyiapkan video pembelajaran tari topeng bagi siswa-siswi yang terpaksa harus belajar dari rumah selama masa pandemi. Video-video ini harapannya dapat disebarluaskan ke sekolah-sekolah di Kabupaten Indramayu, dengan dukungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu.(*)

News Feed