oleh

Ortu Siswa Pilih Datangi Sekolah, Ngaku Tidak Bisa Daftar lewat Online

INDRAMAYU-Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK tahun pelajaran 2020-2021 tahap 2 resmi dimulai, Kamis (25/6).

Sejumlah orang tua calon peserta didik (CPD) memilih mendatangi sekolah lantaran masih kebingungan tata cara pendaftaran secara online.

Seperti terpantau di SMA Negeri 1 Anjatan (Smanja). Di hari pertama masa pendaftaran PPDB tahap 2 yang akan berlangsung sampai 1 Juli 2020,  puluhan orang tua (ortu) dan CPD ramai-ramai mendatangi sekolah faforit di wilayah Kabupaten Indramayu bagian barat (Inbar) itu.

Mereka datang bergelombang dan secara tertib mendatangi sekretariat PPDB Smanja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan guna mengantisipasi serta mencegah penyebaran virus corona di lingkungan sekolah.

Sebelum masuk ke dalam sekolah, setiap orang tua dan anaknya wajib memakai masker, diperiksa suhu tubuhnya serta mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan.

Selain itu, panitia juga membatasi jumlah antrean untuk mencegah kerumunan saat proses pelayanan konsultasi yang dilakukan di sejumlah ruang kelas. Seluruh panitia dan petugas operator yang bertugas membantu pendaftaran juga memakai masker atau face shild.

Kedatangan mereka umumnya hendak bertanya langsung kepada panitia dan ada pula yang sekaligus meminta bantuan agar anaknya didaftarkan melalui online.

Seperti diketahui, PPDB untuk tingkat SMA dan SMK bisa dilakukan melalui laman ppdb.disdik.jabarprov.go.id. Diberlakukannya pendaftaran siswa baru melalui daring merupakan langkah pemerintah untuk mengurangi adanya interaksi langsung demi mencegah penyebaran Covid-19.

Salah seorang ortu CPD, Wasriah mengaku, mengetahui jika pendaftaran PPDB dilakukan secara online. “Tahu sih online. Hanya masih bingung bagaimana tata caranya. Makanya datang langsung ke sekolah buat cari informasi dan konsultasi juga. Enak dan lebih jelas kalau datang langsung,” kata Warsiah.

Saat PPDB tahap pertama, anaknya gagal lolos seleksi dari jalur prestasi. Tak mau gagal dua kali, warga Kecamatan Patrol ini memilih datang langsung ke sekolah sekalian memastikan proses pendaftaran anaknya tidak ada masalah.

“Alhamdulillah sudah jelas tadi, malah bisa dibantu langsung daftar lewat online. Sengaja berkas persyaratannya saya sekilain bawa,” tuturnya.

Panitia PPDB Smanja, Suharto SPd membenarkan, pendaftaran via online untuk jalur zonasi masih membingungkan para ortu maupun CPD terutama yang awam dan gagap teknologi (gaptek).

Selain karena masih awam teknologi, banyak pula ortu yang mengeluhkan sekolah asal anak-anaknya yang tidak mengakomodir pendaftaran secara kolektif pada PPDB tahap kedua ini. Sehingga mereka memilih mendaftarkan anaknya secara mandiri.

“PPDB online saat pandemi Covid-19 ini tujuannya meminimalisir interaksi langsung. Kalau ada ortu yang datang untuk konsultasi tetap dilayani dengan tetap menerapkan protokol Covid-19. Tapi proses pendaftaran tetap wajib melalui sistem online. Sejak tahap pertama juga sama,” terangnya.

Pihaknya bersyukur, di hari pertama PPDB tahap dua jumlah pendaftar membeludak hingga mencapai 71 CPD. Smanja sendiri menyediakan sebanyak 216 kuota untuk 12 rombongan belajar. (kho)

News Feed