oleh

Warga Minta Palang Pintu Perlintasan Kereta Api Otomatis

INDRAMAYU- Masyarakat Desa/Kecamatan Kertasemaya mendesak agar Jalan H Darmin di desa setempat di pasang palang pintu perlintasan kereta api secara permanen.

Pasalanya, perlintasan Jalan H Darmin merupakan jalur padat yang dilintasi semua jenis kendaraan mulai dari roda dua hingga roda empat.

Salah seorang warga setempat, Yono (34) meminta PT KAI untuk membuatkan palang pintu permanen di perlintasan Jalan H Darmin. Selama ini, kata Yono, di perlintasan itu dibuat palang pintu manual dari bambu yang merupakan swadaya dan dijaga warga desa untuk menghindari kecelakaan lalu lintas. “Selama ini ada warga yang menjaga palang pintu manual dari bambu. Kami berharap ada palang pintu yang permanen dan otomatis sehingga penutupan perlintasan saat kereta lewat bisa diantisipasi lebih awal,” ujarnya.

Dikatakan Yono, setiap kereta api melintas warga yang jaga harus menutup dan membukanya lagi.

“Untung ada warga yang peduli dan setiap hari menjaga perlintasan. Warga ini memberikan keamanan bagi pengguna jalan, karena Jalan H Darmin merupakan akses utama warga di Kertasemaya, Kedokanbuder, Sliyeg, dan Karangampel,” ucapnya, kemarin.

Kendati dijaga warga sekitar yang peduli, lanjut Yono, perlintasan butuh palang pintu yang lebih permenen yang terbuat dari besi sehingga tidak bisa di terobos kendaraan. “Jika palang pintu otomastis mahal, kan bisa pasang portal dari besi yang juga nantinya dijaga warga. Yang penting portal itu tidak bisa diterobos dan tidak cepat rusak,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Sopandi (47). Warga Kertasemaya ini mendesak PT KAI lebih peduli terhadap perlintasan sebidang, terutama di akses jalan yang ramai, seperti di Jalan H Darmin yang sangat ramai. Menurutnya, keberadaan palang pintu otomatis bisa membut pengguna jalan lebih aman dan nyaman saat melintasi jalur itu.

“Kalaupun belum bisa palang pintu otomatis, palang pintu yang ada diganti dengan yang lebih kokoh dan permanen yang tidak bisa diterobos kendaraan,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini palang pintu perlintasan terbuat dari bambu. Sehingga, mudah rusak dan diterobos oleh kendaraan. “Kalau tidak bisa otomatis, bisa manual tetapi lebih kuat. Warga atau relawan siap menjaganya. Yang penting relawan tidak harus membuat palang pintu dari bambu,” ujarnya. (oni)

 

News Feed