oleh

Mahasiswa Wiralodra Dorong Budi Daya Padi Organik

INDRAMAYU- Mahasiswa Pertanian dari Polbangtan Bogor dan Universitas Wiralodra Indramayu mendorong budi daya padi organik di Kabupaten Indramayu.

Hal itu disampaikan saat melakukan diskusi pertanian organik di Poktan Sri Makmur III bersama pelaku organic dan pakar mikroba IPB Bogor, di Sekretariat Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Sawadaya (P4S) Dharma Kencana Indramayu Desa Krasak, Jatibarang, Senin (22/6).

“Mahasiswa melihat padi organik memiliki potensi agribisnis yang sangat menguntungkan. Untuk itu, mahasiswa sangat mendorong pengolahan lahan organik di Kabupaten Indramayu sebagai lumbung pangan nasional. Memperoduksi beras organik yang sehat untuk dikonsumsi,” ujar salah seorang perwakilan mahasiswa Polbangtan Bogor, Kasno.

Selain itu, lanjut Kasno, kehadiran komunitas organik ini di Indramayu, mahasiswa bisa secara langsung melakukan magang.

Sehingga, katanya, bisa menambah wawasan keilmuan terkait cara mengolah lahan secara ramah lingkungan menggunakan bahan-bahan organik, menghasilkan bahan pangan yang menyehatkan bagi masyarakat serta memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Pakar Mikroba, Prof Lukman disampingi Ketua P4S Dharma Kencana Ayi Sumarna SP mengatakan, mikroba positif sangat dibutuhkan dalam budi daya padi ramah lingkungan. Lukman berharap, dengan diskusi ini para petani muda akan mampu membuat pupuk organik buatan sendiri, terutama bagi para mahasiswa yang magang di pertanian organik Dharma Kencana.

“Mahasiswa belajar langsung pada pakar petani Organik di P4S Dharma Kencana Indramayu yang sudah lama mengaplikasikan pengolahan lahan secara ramah lingkungan, bagaimana pengolahan lahannya, agar mereka tertarik di sektor organik,” ujarnya.

Sementara itu, Ayi Sumarna SP menambahkan, diskusi organik ini bisa memotivasi para generasi muda pertanian, terutama mahasiswa yang sedang belajar atau magang pertanian organik di Dharma Kencana untuk selalu optimis bahwa pertanian organik akan menjadi salah satu pilihan utama para petani.

Karena, lanjut Ayi, selain jauh lebih sehat dan biaya produksi budi daya padi organik jauh lebih murah. “Secara hitungan bisnis pertanian organik atau usaha tani mereka akan lebih menguntungkan,” katanya. (oni)

News Feed