oleh

Tukang Ojek Asal Srengseng Korban Penembakan Begal Ini Sudah 18 Tahun Terbaring Lumpuh

INDRAMAYU – Ditembak begal di bagian punggung saat mengojek malam hari, Mukidin (38) telah terbaring lumpuh di rumahnya selama 18 tahun. Korban pembegalan pada 2002 silam ini, membutuhkan uluran tangan dari para dermawan yang peduli terhadap nasib hidupnya.

“Saya pada tahun 2002 dibegal oleh orang jahat yang berpura-pura menjadi penumpang saya malam hari, saat cuaca gerimis di Krangkeng. Ternyata ketika jalanan sepi, dia menembakkan peluru tajam dari pistolnya tepat di punggung belakang bagian bawah badan saya. Saya pun teriak kesakitan dan terjatuh ke sawah. Saat itu motor saya dibawa kabur oleh begal itu,” papar Mukidin, warga Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, itu.

Pada saat Mukidin terkapar tidak berdaya, tidak ada warga sekitar yang mengetahuinya. Sebab cuacanya gerimis dan malam hari serta di wilayah yang jauh dari permukiman warga. Mukidin mengaku hampir saja nyawanya tidak terselamatkan akibat ulah begal itu.

“Begal itu sempat berbalik lagi dengan motor saya itu. Entah maksudnya apa. Saya hanya berpura-pura mati saja. Saya takut dia menembakkan timah panas lagi di bagian tubuh saya yang lain, sehingga saya sekarat kehabisan darah dan mati di tempat. Namun, beruntung setelah pelaku begal itu pergi. Ada warga yang lewat dan menyelamatkan saya,” terang Mukidin kepada radarindramayu.id.

Kini kondisi Mukidin sangat mengenaskan. Dia hanya bisa berbaring saja di rumahnya yang hanya berukuran 4×2 meter saja. Dia coba duduk tapi langsung muntah-muntah dan pingsan.

Keluarga dan tetangga sekitar sempat berdatangan menolong Mukidin. Selama sebulan lebih ia dirawat di rumah sakit. Peluru yang bersarang di punggungnya berhasil dikeluarkan. Namun ia menderita kelumpuhan hingga sekarang.

Dirinya berharap banyak kepada para dermawan agar mau peduli dan tergerak hatinya. Sehingga bisa meringankan beban hidupnya selama ini. Lebih dari itu, bisa mengobatinya di rumah sakit sampai pulih kembali dan mampu berjalan lagi. Agar dia bisa bekerja mencari rezeki secara mandiri.

“Sejauh ini saya ucapkan terima kasih kepada anggota DPRD, mantan Kapolres Indramayu, Dinas Kesehatan Indramayu, Sekolah Alam Indramayu, Penerbit LovRinz, Alumni Forum Komunikasi Remaja Masjid (FKRM) Cirebon, alumni Remaja Masjid Agung Indramayu (Remayu), Lazisnu Indramayu dan lain-lain yang sudih membantu saya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, jika para dermawan ingin komunikasi langsung dengan Mukidin bisa menghubungi nomor WhatsAppnya di 0881025668872. Kemudian jika ingin membantu mengirmkan donasi, berikut nomor rekeningnya BRI 016501000027525. (jml/mgg)

News Feed