oleh

Jaga Ketahanan Pangan, Sulap Pekarangan Lebih Produktif

-Indramayu-138 views

Pandemi Covid-19 memaksa warga di perdesaan untuk kreatif sekaligus menyiapkan diri menghadapi masa-masa sulit imbas diperpanjangnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Apa saja yang dikerjakan warga desa?

KHOLIL IBRAHIM, Bongas

SUASANA jenuh saat penerapan aturan stay at home dari pemerintah, membuat kreatvitas warga desa muncul. Mereka memanfaatkan lahan pekarangan maupun halaman rumah lebih produktif guna menjaga ketahanan pangan. Seperti dengan menanam aneka sayuran, palawija maupun tanaman buah.

Seperti yang dilakukan penduduk di wilayah Kecamatan Bongas. Warga memanfaatkan lahan kosong serta halaman rumahnya untuk ditanami sayuran seperti bayam, terong, seledri, kangkung, mentimun, sawi caisim, daun bawang, cabai rawit, cabai besar sampai ubi-ubian.

Sehingga saat menghadapi pandemi Covid-19 seperti saat ini banyak manfaatnya. “Sejak ramai virus corona, banyak warga sekarang lebih kreatif dengan memanfaatkan lahan pekarangan menjadi produktif. Ini sebagai upaya warga dalam menjaga ketahanan pangan secara mandiri,” ujar Wasmin, tokoh masyarakat Kecamatan Bongas, kemarin.

Adanya aktivitas pertanian di lahan kosong milik warga ini, menurutnya, sebagai bentuk mengisi kekosongan selama adanya aturan stay at home dari pemerintah. Dengan bercocok tanaman pangan atau memelihara hewan konsumsi seperti ayam dan ikan, masyarakat menjadi lebih produktif meski hanya berada di rumah.

Kuwu Desa Bongas, Kadir mengatakan, warga desanya kini tengah didorong untuk bertani dengan memanfaatkan lahan kosong di rumahnya masing-masing.

Masyarakat diminta untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai lahan bercocok tanam atau memelihara hewan. Sehingga lahan kosong dapat produktif dan turut mendukung ketahanan pangan.

“Sebenarnya sejak pemanfaatan lahan pekarangan menjadi produktif dengan ditanami berbagai tanaman sayuran maupun ternak hewan ini sudah dijalani sejak lama jauh sebelum ada pandemi Covid-19. Sebab manfaatnya sangat banyak bagi warga. Secara ekonomi warga mampu mengolah hasil produksi tanaman sayuran menjadi ladang pemasukan. Selain itu, potensi lahan pekarangan sayuran bisa diolah berbagai produk yang memiliki nilai jual,” terangnya. (*)

News Feed