oleh

PD BWI Raih Keuntungan Miliaran Rupiah

PERUSAHAAN Daerah (PD) Bumi Wiralodra Indramayu (BWI) bertekad untuk melebarkan sayapnya dalam bidang usaha guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Indramayu.

Meski perusahan plat merah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu itu selalu dipandang miring dan terus mengalamai kerugian. Namun kenyataan di lapangan, BUMD yang satu ini mengalami kemajuan dalam beberapa bidang usaha.

Direktur PD BWI Soen Sudjarwo ST, didampingi Direktur Operasional Surya SE dan Direktur Keuangan H Rasdiwan SE menjelaskan, keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan tujuan untuk turut serta melaksanakan pembangunan daerah dalam rangka peningkatan ekonomi masayarakat, sehingga kesejahteraan bisa terwujud.

“Upaya yang terus dilakukan PD BWI adalah membuka peluang usaha baru melalui kerja sama dengan para pengusaha baik dari tingkat regional hingga tingkat nasional. Salah satunya adalah usaha di bidang migas yang telah menjalin kerjasama dengan PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ),  terkait dengan proyek migas yang berada di Kabupaten Indramayu,” kata Direktur PD BWI Soen Sudjarwo ST.

Hal ini, lanjutnya, mengacu kepada Surat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 5975/13/MEM.M/2015 tanggal 19 Agustus 2015 tentang Keikutsertaan BUMD dalam Pengelolaan Minyak dan Gas Bumi pada wilayah Kerja (WK) Offshore North West Java (ONWJ).

Sementara, ruang lingkup kesepakatan bersama ini yakni pembagian besaran  Participating Interest (PI) 10 persen pada WK ONWJ dengan ketentuan, Pemprov Jabar mengambil porsi 62,13 persen. Untuk PD BWI  Indramayu 4,71 persen, dan semua utang PD BWI sudah dibayar melalui keuntungan dana kerja sama migas. “Untuk tahun 2020, PD  BWI Indramayu telah mendapat keuntungan di sektor migas mencapai miliaran rupiah. Sehingga yang selama ini dikatakan bahwa BWI mengalami kerugian itu tidak benar,” terang Soen Sudjarwo, belum lama ini.

Dari hasil laporan keuangan per 30 April 2019, PD BWI sudah bisa memperoleh keuntungan sebesar Rp6.931.687.945. Dan, pada 2019 diharapkan PD BWI dapat mengurangi kerugian. Pendapatan yang diharapkan adalah dari PI, diperkirakan sampai  Desember 2019 ada tambahan pendapatan sekitar Rp2.500.000.000.

Sehingga pada akhir tahun 2019 akan memperoleh pendapatan  Rp9.431.687.945. “Yang jelas kita dari BWI telah menjalin kerja sama dengan PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Kita memiliki saham mencapai 4,71 persen dan setiap tahun dapat bagi hasil proyek migas tersebut,” pungkasnya.

PD BWI merupakan perusahaan plat merah milik Pemerintah Kabupaten Indramayu. Per 31 Agustus 2019, PD BWI tercatat meraup laba hingga 7 miliar rupiah. Keuntungan ini didapat dari hasil kepemilikan saham di PT Migas Hulu Jawa Barat Offshore North West Java (MUJ ONWJ).

Sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2016, pengusaha pengeboran minyak yang berada di bawah PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) memiliki kewajiban untuk memberikan sebagian keuntungan kepada perusahaan milik pemerintah daerah melalui program participating interest. Selain Indramayu, kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang mendapatkan program ini adalah Subang, Karawang dan Bekasi. (adv)

 

News Feed