oleh

Penerapan PSBB, Warga Ngabuburit Pilih Mancing Gratis

CIREBON –  Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tak menyurutkan sebagian orang yang menjalankan ibadah puasa untuk melakukan aktivitas sembari menunggu waktu bedug Magrib tiba.

Ketimbang jalan-jalan ke pusat keramaian dengan risiko terpapar virus Corona, sejumlah warga di wilayah Kabupaten Indramayu bagian barat (Imbar) memilih memancing ikan.

Lokasinya pun tak perlu jauh-jauh, gratis pula. Yakni di bekas lahan semanggen sepanjang jalan Jenderal Achmad Yani Anjatan. Daerah perbatasan antara Desa Anjatan Utara dan Desa Limpas Kecamatan Patrol itu itu kini menjadi lokasi favorit para pemancing.

Seperti terlihat kemarin, Jumat (15/5). Belasan pemancing tampak berjejer di lokasi yang berubah menjadi spot dadakan para pemancing mania itu. Tidak hanya dari wilayah Kabupaten Indramayu, tapi juga daerah lain. Tiap pemancing ada yang membawa pancing tiga sampai lima buah sekaligus.

“Sebelum bulan Ramadan sudah ramai. Sekarang malah tambah banyak yang datang, terutama menjelang sore,” ucap Heri, salah seorang warga.

Ramainya pemancing bukan tanpa sebab. Di bekas lahan semanggen itu ternyata banyak berbagai jenis ikan, khususnya Nila. Dia sendiri tidak tahu dari mana asal muasal ikan Nila itu. Pasalnya, di Desa Anjatan Utara tidak ada tambak ikan Nila maupun jenis ikan lainnya. Dia menduga, ikan Nila itu berasal dari wilayah lain yang hanyut terseret banjir beberapa waktu lalu.

Warga lainnya Agus mengatakan, bersama tetangganya ramai-ramai memancing di kolam lahan semanggen. Mereka bergabung dengan puluhan pemancing lainnya yang sejak siang memadati kolam pancing yang terletak di pinggir areal persawahan itu.

Kebetulan, mereka sedang menjalankan ibadah puasa. Tak pelak, kegiatan hobi itu sama-sama mereka abdikan sebagai ngabuburit. “Dengan memancing, puasa menjadi tak terasa beratnya. Tahu-tahu sudah sore,” ucap dia. (kho)

 

News Feed