oleh

Serikat Nelayan Indonesia Olahan Ikan Dibarter Beras

INDRAMAYU- Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Indramayu dan Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) Jakarta melakukan transaksi barter produk olahan ikan dengan beras senilai Rp11,5 juta di Sekretariat SNI Indramayu Desa Pabean Udik Kecamatan Indramayu, Kamis (14/5).

Sekretaris Jenderal SNI Budi Laksana mengatakan, barter dilakukan untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 yang dirasakan oleh nelayan di Indramayu.

Menurutnya, hasil tangkapan nelayan semuanya mengalami penurunan harga. Bahkan, sebagian nelayan terpaksa harus berhenti melakukan aktivitas penangkapan Ikannya. “Padahal itu satu-satunya mata pencaharian mereka,” katanya.

Diakuinya, kondisi sulit dan kebijakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) membuat ruang gerak nelayan semakin sempit. “Jika keadaan demikian terus berlanjut, kemungkinan dampak terburuknya adalah kelangkaan bahan pangan sehingga memicu kelaparan,” katanya.

Adapun KPA, lanjut Budi, bekerja sama dengan Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia dan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (FBTPI-KPBI) memberikan produk barter berupa beras 1 ton yang sudah dibungkus per 5 kg sejumlah 200 bungkus .

“Barter sudah kedua kalinya, setelah sebelumnya dengan paguyuban petani dari Kecamatan Kertasemaya sebanyak 2 kuintal beras,” katanya.

Rencananya, kata Budi, beras ini akan dijual dengan harga murah dibanding dengan harga pasar. “Sebagiannya akan kami sisihkan untuk bantuan sosial bagi para nelayan yang sangat membutuhkan,” katanya.

Selain dihadiri Budi Laksa, penyerahan barter tersebut dihadiri Koodinator Lumbung Pangan Nelayan Akhmad Kusnanto, Perwakilan KPA Jakarta Rudi Casrudi dan M Arira Fitra perwakilan buruh dari FBTPI-KPBI Jakarta. (jml/mg)

News Feed