oleh

Jelang PAT Smanja Bagikan Kuota Internet Gratis

INDRAMAYU – Suka cita dirasakan para pelajar dan guru di SMA Negeri 1 Anjatan (Smanja). Untuk menunjang sistem pembelajaran dalam jaringan atau online serta penerapan Work From Home (WFH), mereka dibagikan kartu perdana berisi kuota internet gratis.

Kuota internet berisi 6,5 Gigabyte (GB) tersebut diberikan agar para siswa kelas X dan XI bisa lancar mengikuti pembelajaran dirumah secara online sekaligu menghadapi Penilaian Akhir Tahun (PAT) yang akan dilaksanakan mulai hari ini, Kamis (14/5).

Kepala Smanja, H Rastani SPd MPd mengatakan, pembagian kuota internet gratis bagi para siswa dan guru ini demi mengoptimalkan kegiatan belajar dan mengajar secara online selama masa pandemi Covid-19.

Hal ini pun sejalan dengan peraturan yang dikeluarkan Mendikbud RI dan arahan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX.

Selain merupakan implementasi dari kebijakan pemerintah juga menjadi perwujudan tekad seluruh keluarga besar Smanja untuk menyukseskan program-program pembelajaran di rumah.

“Kami ingin memastikan bahwa para siswa tetap mendapatkan hak belajarnya sebagaimana mestinya. Walaupun pasti tidak ideal seperti kegiatan belajar secara tatap muka. Tapi Insya Allah, guru-guru kami sudah mempersiapkan program-program pembelajaran yang bervariasi sehingga mengurangi kejenuhan siswa selama diam di rumah. Itulah sebabnya mengapa pendistribusian pulsa atau kuota internet gratis ini pun juga diberikan untuk para guru Smanja,” terang Rastani.

Walau diakuinya, besaran kuota internet yang sekolah berikan mungkin tidak cukup untuk menutupi kebutuhan selama kegiatan pembelajaran di rumah. Tetapi setidaknya hal ini menunjukkan betapa Smanja begitu konsen dengan keterlaksanaan agenda-agenda akademik yang telah ditetapkan oleh stake holder pendidikan terkait.

Sebagaimana diketahui bahwa selain kegiatan pembelajaran sesuai kurikulum yang berlaku, pada bulan Ramadaan 1441 H ini, para siswa Smanja tetap mengikuti kegiatan penumbuhan karakter yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

Hanya perbedaannya, tahun ini kegiatan penumbuhan karakter lewat pesantren Ramadaan saat sekarang diselenggarakan secara dalam jaringan (daring) atau online melalui media sosial seperti whatsapp dan facebook, juga menggunakan aplikasi-aplikasi pembelajaran seperti google class room, youtube, dan lain-lain.

“Alhamdulillah, walaupun awalnya terjadi sedikit kendala karena keterbatasan pemahaman para guru terhadap aplikasi-aplikasi tersebut, seiring perjalanan waktu dan keterbiasaan, akhirnya para guru dapat melaksanakan kegiatan itu dengan baik. Mudah-mudahan pemberian pulsa atau kuota internet untuk anak-anak ini juga bisa dimanfaatkan secara optimal pada saat pelaksanaan PAT yang kemungkinan besar juga secara online yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” paparnya.

Ditambahkan Wakasek Kesiswaan Smanja, Suharto SPd, penerima kuota internet gratis ini yakni sebanyak 855 siswa kelas X dan XI. Teknis pembagiannya dilaksanakan secara bergelombang demi menghindari kerumunan serta tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Menurutnya, kuota internet ini sangat dibutuhkan oleh siswa sebagai penunjang PBM dari rumah terlebih dimasa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Ditambah sebentar lagi akan dilaksanakan PAT sebagai salah satu instrumen kenaikan kelas harus berjalan dengan lancar. Situasi dan kondisi seperti sekarang yang mengharuskan pembelajaran jarak jauh harus disikapi dan diantisipasi termasuk kuota internet yang dimiliki para siswa.

“Tujuan sekolah membagikan kuota internet adalah untuk memudahkan siswa berkoordinasi dan mengikuti pembelajaran lewat daring dan pelaksanaa penilaian akhir tahun. Kami berharap, siswa dan guru tetap semangat dalam menjalaninya,” katanya. (kho)

 

News Feed