oleh

Omzet Penjual Takjil Turun Drastis

INDRAMAYU – Ramadan kali ini terasa berbeda akibat pandemi Covid-19. Ditambah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), para pedagang takjil atau kuliner khas bulan puasa yang paling terpukul. Omzet mereka anjlok, bahkan hingga 50 persen.

“Omzet jualan tahun ini turun drastis. Kalau dipersentasekan kira-kira turun hingga 50 persen jika dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu,” ujar Umi, pedagang takjil ditepi jalan raya Patrol-Haurguelis, kemarin.

Selain terdampak wabah virus Corona yang membuat takut orang-orang ke luar rumah atau ke tempat-tempat ramai, juga karena penerapan PSBB. Imbauan membatasi jam buka dan menerapkan physical distancing membuat pedagang tak leluasa. Demikian pula pembeli.

Umi melanjutkan, menyiasati lesunya penjualan di tengah wabah virus Corona,  ia bersama rekan-rekannya sesama pedagang takjil berencana berjualan secara keliling. “Kalau makin sepi, nanti paling daganganya muter-muter,” katanya.

Tak hanya omzet yang turun, jumlah pedagang takjil kini juga jauh berkurang dibandingkan tahun lalu. Seperti terpantau dikawasan Sub Terminal Patrol. Jumlah pedagang bisa dihitung dengan jari,

“Dulu mah ramai, kawasan terminal Patrol ini sampai penuh penjual takjil. Sekarang berkurang sekitar tujuh puluh lima persenan. Tahun ini paling sepi,” ujar Anto.

Kondisi itu terjadi sejak awal bulan puasa lalu. Karenanya, banyak rekan-rekan sesama penjual takjil memilih tidak berjualan karena sepinya pembeli.

Anto menuturkan, dimasa wabah corona, dia mengaku sangat memperhatikan protokol kesehatan ketika berjualan. Seperti dengan menggunakan masker dan menjaga jarak. Namun kenyataannya tidak diimbagi dengan para pembeli yang banyak tidak memakai masker. (kho)

News Feed