oleh

Gebyar Pesantren Ramadan Online

INDRAMAYU – Inovasi menjadi kunci utama bagi lembaga pendidikan agar terus dapat membina peserta didiknya, di saat pandemi Covid-19. Seperti dilakukan SMP Muhammadiyah Jatibarang yang menyelanggarakan gebyar pesantren Ramadan online. Setiap harinya dipandu keynote speakers tiga tokoh agama nasional, yakni Ustadz Adi Hidayat Lc MA, Ustadz Abdul Somad Lc MA PhD, Ustadz Teungku Zulkarnain.

Dikatakan Kepala SMP Muhammadiyah Jatibarang, M Nurdin Ibrahim SPdI, pesantren Ramadan yang di tahun sebelumnya diadakan secara tatap muka, di tahun ini dilakukan secara online. Namun tidak menghilangkan eksistensi dari isi kegiatan di bulan Ramadhan, yang diikuti semua siswa, sebagai upaya menumbuhkan budi pekerti.

“Jangan sampai kegiatan mendidik dan membina siswa terhenti, maka sekolah punya ide kenapa tidak dilakukan secara daring (online) yang bisa diikuti semua siswa walaupun ada di rumah. Karena saya tidak ingin kegiatan pembinaan siswa terhenti karena Covid-19,” ucap Nurdin pada Radar Indramayu, kemarin.

Gebyar Pesantren Ramadan dimulai dari tanggal 27 April hingga 1 Mei 2020. Para siswa tidak sebatas digembleng budi pekerti, tetapi dimantapkan pengetahuan agama Islam, dalam hal penanaman akidah, serta tutorial ibadah Ramadan yang bisa dilakukan di rumah masing-masing.

“Ada pre tes dan post tes yang diberikan guru pembimbing, seperti ibadah, fiqih, akidah, dan akhlak. Bagi yang bisa menjawab dengan benar akan ada hadiah kuota 10 Gb untuk siswa setiap hari. Ya intinya pandemi Covid-19 tidak menghentikan SMP Muhammadiyah Jatibarang lepas dari tanggung jawab memberikan pendidikan terbaik bagi peserta didik,” tandasnya.

Guru pembimbing kegiatan Poppy Noviyanti SPd mengatakan, dalam proses pelaksanaan pesantren Ramadan secara online menggunakan aplikasi pendukung. Siswa yang mengikuti kegiatan mendapat tiga fasilitas yakni pengetahuan agama, doorprize, dan sertifikat.

“Ada program Ngajol itu ngaji online, siswa ini setoran ngaji secara online, setiap hari. Jadi siswa kami tidak hanya tinggal di rumah saja tanpa ada kegiatan apalagi keluyuran di luar rumah. Tetapi ada kegiatan yang lebih bermanfaat yang dipandu langsung sekolah, dan kegiatan semua siswa dapat terpantau semua,” terangnya. (oni)

 

News Feed