oleh

Dampak Covid-19, Penjual Takjil Berkurang

INDRAMAYU-Di bulan Ramadan, suasana Sub Terminal Patrol biasanya ramai dengan keberadaan penjual takjil atau makanan untuk berbuka puasa. Namun pada tahun ini kondisinya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena pandemi Covid-19. Kini jumlah penjual takjil jauh berkurang dibandingkan tahun lalu.

“Dulu mah ramai. Kawasan Terminal Patrol ini sampai penuh penjual takjil. Sekarang berkurang sekitar lima puluh persenan. Tahun ini paling sepi,” ujar Anto, salah seorang pedagang takjil kepada Radar, Selasa (28/4).

Tak hanya penjual, kini pembeli yang datang juga sedikit. Kondisi itu terjadi sejak awal bulan puasa lalu. Karenanya, banyak rekan-rekan sesama penjual takjil memilih tidak berjualan karena sepinya pembeli.

Anto menuturkan, di masa wabah corona, dia mengaku sangat memperhatikan protokol kesehatan ketika berjualan. Seperti dengan menggunakan masker dan menjaga jarak. Namun kenyataannya tidak diimbagi dengan para pembeli yang banyak tidak memakai masker.

Berbeda dengan kawasan terminal, pedagang makanan dan minuman untuk berbuka puasa justru terlihat ramai di sepanjang Jalan Jenderal Achmad Yani serta alun-alun Anjatan. Beragam kuliner khas Ramadan ada disana.

Setiap menjelang sore, puluhan pedagang dadakan membuka lapak jualan menggunakan meja berjejer . Tak mengherankan, dua kawasan itu menjadi surganya para pemburu takjil. Tidak hanya dari Kecamatan Anjatan, tapi juga warga dari kecamatan tetangga seperti Patrol dan Sukra dan Haurgeulis.

Bahkan bagi pecinta wisata kuliner, lokasi ini bisa menjadi rujukan di dunia kuliner. Apalagi, harga ditawarkanpun cukup pas di kantong. Misalnya untuk aneka jenis kue takjil dijual mulai dari Rp1000 hingga Rp5 ribu per porsi. Sedangkan untuk lauk sayur mayur yang dijual juga beragam dari Rp3000 hingga Rp20 ribu per porsi. (kho)

News Feed