oleh

Pengiriman Beras ke Ibukota Meningkat

INDRAMAYU-Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa kota besar tak membuat pasokan beras asal Kabupaten Indramayu tersendat.

Sebaliknya, kebijakan bekerja dari rumah atau stay at home di tengah pandemi corona (Covid-19) membuat distribusi atau pengiriman beras ke wilayah Jabodetabek, Bandung dan Banten meningkat tajam.

Bahkan, sejumlah pabrik penggilingan padi di wilayah pantura Kabupaten Indramayu bagian barat (Inbar) mengaku kerepotan memenuhi permintaan lantaran terbatasnya tenaga. “Sekarang yang susah cari tenaga kerjanya, pada sibuk panen padi. Cari angkutan juga susah, kepakai semua,” ungkap Tarmin, bandar beras asal Kecamatan Bongas, Minggu (19/4).

Dia menyebutkan, pengiriman beras meningkat sampai dua kali lipat terutama untuk kota-kota besar provinsi yang menerapkan kebijakan bekerja dari rumah maupun PSBB. Permintaan tertinggi pada beras kualitas premium.

Selain karena pemberlakukan PSBB, tingginya permintaan juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadan. “Jadi ada dua faktor, karena PSBB dan bulan puasa. Karenanya, permintaan tertinggi itu beras kualitas bagus,” ungkapnya.

Tarmin menegaskan, pengiriman beras ke berbagai kota besar itu sejauh ini berjalan lancar dan tanpa hambatan yang mengganggu. Seiring langkah-langkah proaktif dari pemerintah untuk memastikan kelancaran kebutuhan pangan bagi masyarakat terdampak Covid-19.

Bandar beras asal Kecamatan Anjatan, Rusnadi menuturkan, seiring naiknya permintaan, harga beras juga ikutan terkerek naik. Beras kualitas super untuk pasaran kota besar dihargai Rp10.500/kg, naik dari sebelumnya di kisaran Rp9700-9800/kg.

Kenaikan harga ini membuat para bandar beras maupun pengusaha pabrik penggilingan padi sumringah setelah hampir dua bulan lamanya sempat tak beroperasi.

“Bukan saja kita, petani juga ikutan untung karena harga gabahnya bisa stabil lagi. Dulu waktu kondisi normal, kita sempat tunda beli gabah karena mahal harganya,” katanya. (kho)

 

News Feed