oleh

Perketat Perantau Pulang Kampung

INDRAMAYU – Posko Check Point Pencegahan dan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Indramayu memperketat kedatangan perantau yang hendak pulang kampung. Langkah ini dilakukan menyusul diberlakukannya larangan mudik Lebaran 2020 bagi masyarakat di tengah pandemi virus Corona yang mulai berlaku secara efektif, Jumat (24/4).

Seperti terpantau di Posko Check Point Pencegahan dan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Indramayu area Terminal Patrol. Tim kesehatan dibantu TNI, Polri, BPBD, Dishub, Satpol PP dan relawan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dari luar daerah maupun pemudik yang baru turun dari angkutan umum di area terminal Patrol.

Mereka didata dan diperiksa suhu badannya. Bagi yang terindikasi telah terpapar Covid-19 akan langsung dilakukan tindakan medis. “Sejauh ini dari hasil pendataan dan pemeriksaan terbilang aman,” kata penanggung jawab Posko Check Point Pencegahan dan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Indramayu area Terminal Patrol, Mardianto.

Dia mengungkapkan, pergerakan penumpang dari wilayah Jabodetabek yang turun di kawasan terminal terbilang minim. Demikian pula calon penumpang yang akan berangkat menuju arah Jakarta. “Mungkin karena mobil dari arah Jakarta menuju Jawa disuruh putar balik. Kendaraan roda dua juga sepi,” jelas Mardianto yang juga kepala Sub Terminal Patrol ini.

Kondisi ini berbeda dari hari sebelumnya, Kamis (23/4). Pemudik yang colong start pulang kampung duluan terpantau meningkat. Ini terlihat dari ramainya arus kendaraan dari arah Jakarta yang melewati jalur pantura Kabupaten Indramayu.

Kendaraan mobil dan sepeda motor diduga pemudik ramai melintasi jalan nasional Bumi Wiralodra. Lonjakan kendaraan terpantau pagi dan sore hari. “Paling kentara yang bawa motor, kemungkinan mereka pemudik,” ujar Udin, pemilik warung makan di tepi jalan raya Pantura Losarang.

Dia mengungkapkan, terdapat perbedaan mencolok pemudik saat ini dengan tahun-tahun sebelumnya ketika kondisi normal. Pemudik yang colong start, nyaris tidak membawa barang bawaan banyak dan mayoritas sendirian mengendarai sepeda motor.

Mereka terlihat seperti warga lokal atau pengendara motor jarak dekat dengan barang bawaan seadanya seperti tas gendong. Tidak ada tumpukan kardus dijok belakang maupun oleh-oleh untuk keluarga dikampung.

“Bisa diduga itu pemudik dilihat dari plat nomor kendaraan daerah Jawa sama jalannya konvoi ramai-ramai. Terus kalau istirahat di sembarang tempat tidak di pom bensin atau warung,” kata dia. (kho)

News Feed