oleh

Deden Bonni: Pasien Harus Terus Terang

INDRAMAYU-Kasus keluarga pasien yang tidak jujur dalam memberikan keterangan kepada dokter atau petugas medis, diharapkan tidak terjadi di Indramayu.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, dr Deden Bonni Koswara meminta kasus yang menimpa tenaga medis di RS Ciremai Kota Cirebon bisa menjadi pelajaran semua pihak. “Gara-gara keluarga pasien tidak jujur tekait kondisi pasien yang tengah dirawat, imbasnya sebanyak 21 tenaga medis di rumah sakit Ciremai Cirebon mesti diisolasi,” ujar Deden.

Belakangan keluarga baru jujur pasien tersebut pernah kontak dekat dengan anggota keluarga yang berstatus PDP dan sudah meninggal.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, dr Deden Bonni Koswara berharap, jangan sampai kasus tersebut kembali terjadi, terlebih jika terjadi di lingkungan wilayah Kabupaten Indramayu.

“Kami mohon kepada masyarakat apabila anda berobat atau mendatangi fasilitas kesehatan untuk jujur apa adanya menceritakan kronologis yang ada, yang terjadi, dan apa yang diderita,” kata Deden.

Deden menjelaskan, jika tenaga medis terpapar maka akan menjadi kendala tersendiri dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 yang hingga saat ini belum kenjung reda.

“Kalau tenaga medis terpapar, otomatis yang akan dirugikan adalah masyarakat yang membutuhkan bantuan saat sedang sakit,” ungkapnya.

Sebelumnya, kasus pasien tidak jujur juga terjadi di Kabupaten Indramayu. Diceritakan Deden, ada salah satu pasien positif Covid-19 berdasarkan rapid test enggan berterus terang kepada tim medis. Pasien tersebut merupakan laki-laki berinisial K (75) warga Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu. Selain itu, pasien tersebut diketahui juga sempat kabur saat tahu hendak diisolasi di ruang isolasi RSUD Indramayu.

“Kita lacak dan akhirnya alhamdulillah ketemu dan pada Senin (20/4) pukul 13.10 WIB sudah masuk ke ruang isolasi RSUD Indramayu,” ujar Deden Bonni Koswara.

Dikatakan Deden, dalam kasus pasien K asal Kecamatan Karangampel ini, 11 orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien juga telah dilakukan rapid test. “Alhamdulillah 11 orang tersebut negatif berdasarkan rapid test,” terangnya. (oet)

News Feed